CeritaSex Hubungan Sedarah Mama. Cerita Sex Hubungan Sedarah Mama - Sudah 2 minggu Papaku berada di luar kota karena urusan kantornya. Aku dirumah tinggal. Read More ». Cerita Dewasa. desah tante October 31, 2021. 0 3,343.
CeritaSek Sedarah Sampai Hamil Akibat tamparanku, Robbie sangat kaget, dan akupun juga kaget, mengapa aku menampar Dia, aku agak sedikit merasa bersalah. Terlihat dari muka Robbie yang sangat kebingungan dan sangat sedih. Aku tahu bahwa mungkin aku telah salah bertindak, dengan tidak melihat situasi dan kondisi.
Search Cerita Seks Budak Seks Eksibisionis. menceritakan bagaimana bos aku perangkap aku dan ugut isteri aku menjadi budak seks dia,PS:kalau basah jangan complaint dan jangan report Bagian II: Menjadikan Audrey Pelacur Waktu berjalan dengan cepat Cerita Eksibisionis Bu Ambar : Ibu Budak Nafsu 18 ##### Cerita Seks Dewasa Praktek Sex Dengan Mamahku - Bacaan Sex sebelumnya ialah Cerita Seks
skandalberhubungan sex sedarah - cerita seks ini awalnya ga cerita skandal ingin kuceritakan, karena cerita dewasa cerita dewasa seks ini sungguh cerita mesum membuatku ketagihan, cerita seks ini awalnya cerita sex kudapatkan dengan tidak sengaja, ketika aku mendapati 2 orang wanita yang melakukan hubungan seks dengan bersamaan, alias lesbian,
Kisahsedarah. Namaku Sardi, tinggal di kota bekasi ayah dari 3 orang anak, anaku yang sulung saat ini telah berusia 9 tahun dan yang bungsu 7 thn mereka hanya terpaut usia masing-masing satu tahun, usiaku 35 tahun aku dua bersaudara dengan adiku yang bernama Ratih yang saat ini telah berusia 28 tahun, kami di lahirkan dari keluarga yang
Pankr. Cerita Bokep Indonesia – Kumpulan Cerita Bokep Sedarah Hubungan Terlarang Dengan Bibiku Waktu SMA ku dulu aku memilih wanita yang ingin aku pacarai, hal tersebut mengawaliku untuk berbagai cerita disini dan ini kisah seks sedarahku bermula, saat SMA aku jarang mendekati malah sebaliknya cewek yang mendekatiku padahal aku tidak ganteng ganteng juga tapi jika soal bidang olahraga aku terlihat atletis dan kekar seperti olahraga basket, lari dll Dan banyak surat cinta cewek yang tidak kubalas. Sebab aku tidak suka mereka. Untuk masalah pelajaran aku terbilang normal, tidak terlalu pintar, tapi teman-teman memanggilku kutu buku, padahal masih banyak yang lebih pintar dari aku, mungkin karena aku mahir dalam bidang olahraga dan dalam pelajaran aku tidak terlalu bodoh saja akhirnya aku dikatakan demikian. Ketika kelulusan, aku pun masuk kuliah di salah satu perguruan tinggi di Malang. Di sini aku numpang di rumah bibiku. Namanya Nova. Aku biasanya memanggilnya mbak Nova, kebiasaan dari kecil mungkin. Ia tinggal sendirian bersama kedua anaknya, semenjak suaminya meninggal ketika aku masih SMP ia mendirikan usaha sendiri di kota ini. Yaitu berupa rumah makan yang lumayan laris, dengan bekal itu ia bisa menghidupi kedua anaknya yang masih duduk di SD. Ketika datang pertama kali di Malang, aku sudah dijemput pakai mobilnya. Lumayanlah, perjalanan dengan menggunakan kereta cukup melelahkan. Pertamanya aku tak tahu kalau itu adalah mbak Nova. Sebab ia kelihatan muda Aku baru sadar ketika aku menelpon hp-nya dan dia mengangkatnya. Lalu kami bertegur sapa. Hari itu juga jantungku berdebar. Usianya masih 32 tapi dia sangat cantik. Rambutnya masih panjang terurai, wajahnya sangat halus, ia masih seperti gadis. Dan di dalam mobil itu aku benar-benar berdebar-debar. “Capek Dek Iwan?”, tanyanya. “Iyalah mbak, di kereta duduk terus dari pagi”, jawabku. “Tapi mbak Nova masih cantik ya?” Ia ketawa, “Ada-ada saja kamu”. Selama tinggal di rumahnya mbak Nova. Aku sedikit demi sedikit mencoba akrab dan mengenalnya. Banyak sekali hal-hal yang bisa aku ketahui dari mbak Nova. Dari kesukaannya, dari pengalaman hidupnya. Aku pun jadi dekat dengan anak-anaknya. Aku sering mengajari mereka pelajaran sekolah. Tak terasa sudah satu semester lebih aku tinggal di rumah ini. Dan mbak Nova sepertinya adalah satu-satunya wanita yang menggerakkan hatiku. Aku benar-benar jatuh cinta padanya. Tapi aku tak yakin apakah ia cinta juga kepadaku. Apalagi ia adalah bibiku sendiri. Kumpulan Cerita Bokep Sedarah Malam itu sepi dan hujan di luar sana. Mbak Nova sedang nonton televisi. Aku lihat kedua anaknya sudah tidur. Aku keluar dari kamar dan ke ruang depan. Tampak mbak Nova asyik menonton tv. Saat itu sedang ada sinetron. “Nggak tidur Wan?”, tanyanya. “Masih belum ngantuk mbak”, jawabku. Aku duduk di sebelahnya. Entah kenapa lagi-lagi dadaku berdebar kencang. Aku bersandar di sofa, aku tidak melihat tv tapi melihat mbak Nova. Ia tak menyadarinya. Lama kami terdiam. “Kamu banyak diam ya”, katanya. “Eh..oh, iya”, kataku kaget. “Mau ngobrolin sesuatu?”, tanyanya. “Ah, enggak, pingin nemeni mbak Nova aja”, jawabku. “Ah kamu, ada-ada aja” “Serius mbak” “Makasih” “Restorannya gimana mbak? Sukses?” “Lumayanlah, sekarang bisa waralaba. Banyak karyawannya, urusan kerjaan semuanya tak serahin ke general managernya. Mbak sewaktu-waktu saja ke sana”, katanya. “Gimana kuliahmu?” “Ya, begitulah mbak, lancar saja”, jawabku. Aku memberanikan diri memegang pundaknya untuk memijat. “Saya pijetin ya mbak, sepertinya mbak capek”. “Makasih, nggak usah ah” “Nggak papa koq mbak, cuma dipijit aja, emangnya mau yang lain?” Ia tersenyum, “Ya udah, pijitin saja” Aku memijiti pundaknya, punggungnya, dengan pijatan yang halus, sesekali aku meraba ke bahunya. Ia memakai tshirt ketat. Sehingga aku bisa melihat lekukan tubuh dan juga tali bh-nya. Dadanya mbak Nova besar juga. Tercium bau harum parfumnya. “Kamu sudah punya pacar Wan?”, tanya mbak Nova. “Nggak punya mbak” “Koq bisa nggak punya, emang nggak ada yang tertarik ama kamu?” “Saya aja yang nggak tertarik ama mereka” “Lha koq aneh? Denger dari mama kamu katanya kamu itu sering dikirimi surat cinta” “Iya, waktu SMA. Kalau sekarang aku menemukan cinta tapi sulit mengatakannya” “Masa’?” “Iya mbak, orangnya cantik, tapi sudah janda”, aku mencoba memancing. “Siapa?” “Mbak Nova”. Ia ketawa, “Ada-ada saja kamu ini”. “Aku serius mbak, nggak bohong, pernah mbak tahu aku bohong?”, Ia diam. “Semenjak aku bertemu mbak Nova, jantungku berdetak kencang. Aku tak tahu apa itu. Sebab aku tidak pernah jatuh cinta sebelumnya. Semenjak itu pula aku menyimpan perasaanku, dan merasa nyaman ketika berada di samping mbak Nova. Aku tak tahu apakah itu cinta tapi, kian hari dadaku makin sesak. Sesak hingga aku tak bisa berpikir lagi mbak, rasanya sakit sekali ketika aku harus membohongi diri kalau aku cinta ama mbak”, kataku. “Wan, aku ini bibimu”, katanya. “Aku tahu, tapi perasaanku tak pernah berbohong mbak, aku mau jujur kalau aku cinta ama mbak”, kataku sambil memeluknya dari belakang. Lama kami terdiam. Mungkin hubungan yang kami rasa sekarang mulai canggung. Mbak Nova mencoba melepaskan pelukanku. “Maaf wan, mbak perlu berpikir”, kata mbak Nova beranjak. Aku pun ditinggal sendirian di ruangan itu, tv masih menyala. Cukup lama aku ada di ruangan tengah, hingga tengah malam kira-kira. Aku pun mematikan tv dan menuju kamarku. Sayup-sayup aku terdengar suara isak tangis di kamar mbak Nova. Aku pun mencoba menguping. “Apa yang harus aku lakukan?….Apa…” Aku menunduk, mungkin mbak Nova kaget setelah pengakuanku tadi. Kumpulan Cerita Bokep Sedarah Aku pun masuk kamarku dan tertidur. Malam itu aku bermimpi basah dengan mbak Nova. Aku bermimpi bercinta dengannya, dan paginya aku dapati celana dalamku basah. Wah, mimpi yang indah. Paginya, mbak Nova selesai menyiapkan sarapan. Anak-anaknya sarapan. Aku baru keluar dari kamar mandi. Melihat mereka dari kejauhan. Mbak Nova tampak mencoba untuk menghindari pandanganku. Kami benar-benar canggung pagi itu. Hari ini nggak ada kuliah. Aku bisa habiskan waktu seharian di rumah. Setelah ganti baju aku keluar kamar. Tampak mbak Nova melihat-lihat isi kulkas. “Waduh, wan, bisa minta tolong bantu mbak?”, tanyanya. “Apa mbak?” “Mbak mau belanja, bisa bantu mbak belanja? Sepertinya isi kulkas udah mau habis”,katanya. “OK” “Untuk yang tadi malam, tolong jangan diungkit-ungkit lagi, aku maafin kamu tapi jangan dibicarakan di depan anak-anak”, katanya. Aku mengangguk. Kami naik mobil mengantarkan anak-anak mbak Nova sekolah. Lalu kami pergi belanja. Lumayan banyak belanjaan kami. Dan aku menggandeng tangan mbak Nova. Kami mirip sepasang suami istri, mbak Nova rasanya nggak menolak ketika tangannya aku gandeng. Mungkin karena barang bawaannya banyak. Di mobil pun kami diam. Setelah belanja banyak itu kami tak mengucapkan sepatah kata pun. Kumpulan Cerita Bokep Sedarah Namun setiap kali aku bilang ke mbak Nova bahwa perasaanku serius. Hari-hari berlalu. Aku terus bilang ke mbak Nova bahwa aku cinta dia. Dan hari ini adalah hari ulang tahunnya. Aku membelikan sebuah gaun. Aku memang menyembunyikannya. Gaun ini sangat mahal, hampir dua bulan uang sakuku habis. Terpaksa nanti aku minta ortu kalau lagi butuh buat kuliah. Saat itu anak-anak mbak Nova sedang sekolah. Mbak Nova merenung di sofa. Aku lalu datang kepadanya. Dan memberikan sebuah kotak hadiah. “Apa ini?”, tanyanya. “Kado, mbak Novakan ulang tahun hari ini”, Ia tertawa. Tampak senyumnya indah hari itu. Matanya berkaca-kaca ia mencoba menahan air matanya. Ia buka kadonya dan mengambil isinya. Aku memberinya sebuah gaun berwarna hitam yang mewan. “Indah sekali, berapa harganya?”, tanyanya. “Ah nggak usah dipikirkan mbak”, kataku sambil tersenyum. “Ini kulakukan sebagai pembuktian cintaku pada mbak” “Sebentar ya”, katanya. Ia buru-buru masuk kamar sambil membawa gaunnya. Tak perlu lama, ia sudah keluar dengan memakai baju itu. Ia benar-benar cantik. “Bagaimana wan?”, tanyanya. “Cantik mbak, Superb!!”, kataku sambil mengacungkan jempol. Ia tiba-tiba berlari dan memelukku. Erat sekali, sampai aku bisa merasakan dadanya. “Terima kasih” “Aku cinta kamu mbak”, kataku. Mbak Nova menatapku. “Aku tahu” Aku memajukan bibirku, dan dalam sekejap bibirku sudah bersentuhan dengan bibirnya. Inilah first kiss kita. Kumpulan Cerita Bokep Sedarah Aku menciumi bibirnya, melumatnya, dan menghisap ludahnya. Lidahku bermain di dalam mulutnya, kami berpanggutan lama sekali. Mbak Nova mengangkat paha kirinya ke pinggangku, aku menahannya dengan tangan kananku. Ia jatuh ke sofa, aku lalu mengikutinya. “Aku juga cinta kamu wan, dan aku bingung”, katanya. “Aku juga bingung mbak” Kami berciuman lagi. Mbak Nova berusaha melepas bajuku, dan tanpa sadar, aku sudah hanya bercelana dalam saja. Penisku yang menegang menyembul keluar dari CD. Aku membuka resleting bajunya, kuturunkan gaunnya, saat itulah aku mendapati dua buah bukit yang ranum. Dadanya benar-benar besar. Kuciumi putingnya, kulumat, kukunyah, kujilati. Aku lalu menurunkan terus hingga ke bawah. Ha? Nggak ada CD? Jadi tadi mbak Nova ke kamar ganti baju sambil melepas CD-nya. “Nggak perlu heran Wan, mbak juga ingin ini koq, mungkin inilah saat yang tepat”, katanya. Aku lalu benar-benar menciumi kewanitaannya. Kulumat, kujilat, kuhisap. Aku baru pertama kali melakukannya. Rasanya aneh, tapi aku suka. Aku cinta mbak Nova. Mbak Nova meremas rambutku, menjambakku. Ia menggelinjang. Kuciumi pahanya, betisnya, lalu ke jempol kakinya. Kuemut jempol kakinya. Ia terangsang sekali. Jempol kaki adalah bagian paling sensitif bagi wanita. “Tidak wan, jangan….AAAHH”, mbak Nova memiawik. “Kenapa mbak?” kataku. Tangannya mencengkram lenganku. Vaginanya basah sekali. Ia memejamkan mata, tampak ia menikmatinya. “Aku keluar wan” Ia bangkit lalu menurunkan CD-ku. Aku duduk di sofa sambil memperhatikan apa yang dilakukannya. “Gantian sekarang”, katanya sambil tersenyum. Ia memegang penisku, diremas-remas dan dipijat-pijatnya. Oh…aku baru saja merasakan penisku dipijat wanita. Tangan mbak Nova yang lembut, hangat lalu mengocok penisku. Penisku makin lama makin panjang dan besar. Mbak Nova menjulurkan lidahnya. Dia jilati bagian pangkalnya, ujungnya, lalu ia masukkan ujung penisku ke dalam mulutnya. Ia hisap, ia basahi dengan ludahnya. Ohh…sensasinya luar biasa. “Kalau mau keluar, keluar aja nggak apa-apa wan”, kata mbak Nova. “Nggak mbak, aku ingin keluar di situ aja?”, kataku sambil memegang liang kewanitaannya. Ia mengerti, lalu aku didorongnya. Aku berbaring, dan ia ada di atasku. Pahanya membuka, dan ia arahkan penisku masuk ke liang itu. Agak seret, mungkin karena memang ia tak pernah bercinta selain dengan suaminya. Masuk, sedikit demi sedikit dan bless….Masuk semuanya. Ia bertumpu dengan sofa, lalu ia gerakkan atas bawah. “Ohh….wan…enak wan…”, katanya. “Ohhh…mbak…Mbak Nova…ahhh…”, kataku. Dadanya naik turun. Montok sekali, aku pun meremas-remas dadanya. Lama sekali ruangan ini dipenuhi suara desahan kami dan suara dua daging beradu. Plok…plok..plok..cplok..!! “Waan…mbak keluar lagi…AAAHHHH” Mbak Nova ambruk di atasku. Dadanya menyentuh dadanku, aku memeluknya erat. Vaginanya benar-benar menjepitku kencang sekali. Perlu sedikit waktu untuk ia bisa bangkit. Lalu ia berbaring di sofa. “Masukin wan, puaskan dirimu, semprotkan cairanmu ke dalam rahimku. Mbak rela punya anak darimu wan”, katanya. Aku tak menyia-nyiakannya. Aku pun memasukkannya. Kudorong maju mundur, posisi normal ini membuatku makin keenakan. Aku menindih mbak Nova, kupeluk ia, dan aku terus menggoyang pinggulku. Rasanya udah sampai di ujung. Aku mau meledak. AAHHHH…. Kumpulan Cerita Bokep Sedarah “Oh wan…wan…mbak keluar lagi”, mbak Nova mencengkram punggungku. Dan aku menembakkan spermaku ke rahimnya, banyak sekali, sperma perjaka. Vaginanya mbak Nova mencengkramku erat sekali, aku keenakkan. Kami kelelahan dan tertidur di atas sofa, Aku memeluk mbak Nova. Siang hari aku terbangun oleh suara HP. Mbak Nova masih di pelukanku. Mbak Nova dan aku terbangun. Kami tertawa melihat kejadian lucu ini. Waktu jamnya menjemput anak-anak mbak Nova sepertinya. Mbak Nova menyentuh penisku. “Ini luar biasa, mbak Nova sampe keluar berkali-kali, Wan, kamu mau jadi suami mbak?” “eh?”, aku kaget. “Sebenarnya, aku dan ibumu itu bukan saudara kandung. Tapi saudara tiri. Panjang ceritanya. Kalau kamu mau, aku rela jadi istrimu, asal kau juga mencintai anak-anakku, dan menjadikan mereka juga sebagai anakmu”, katanya. Aku lalu memeluknya, “aku bersedia mbak”. Setelah itu entah berapa kali aku mengulanginya dengan mbak Nova, aku mulai mencoba berbagai gaya. Mbak Nova sedikit rakus setelah ia menemukan partner sex baru. Ia suka sekali mengoral punyaku, mungkin karena punyaku terlalu tangguh untuk liang kewanitaannya. hehehe…tapi itulah cintaku, aku cinta dia dan dia cinta kepadaku. Kami akhirnya hidup bahagia, dan aku punya dua anak darinya. Sampai kini pun ia masih seperti dulu, tidak berubah, tetap cantik.
Cerita sex terbaru – kembali menghadirkan cerita dan kisah menarik untuk di baca khusus dewasa plus Cerita Ngentot Sedarah Kakak Adik. selamat membaca. Pagi harinya saat aku bangun ibuku sudah tidak ada di sebelahku,dan kemudian aku berpakaian dan menuju dapur mencari ibuku, dan kulihat ibuku tengah menyiapkan sarapan bersama adikku yang masih SMP. Aku bingung dan segan karena ibuku seakan-akan malam tadi tidak terjadiapa-apa di antara kami, padahal aku telah menyetubuhi ibu kandungku sendiri tadi malam. Seperti biasanya, aku menjemput ibuku dari tempatdia senam, dan saat perjalanan pulang kami mengobrol tentangpersetubuhan kami tadi malam, dan kami berjanji hanya kami yang mengetahui kajadian itu. Tiba-tiba saat mobil kami sedang berada di jalan yang sepi dan agakgelap, ibuku menyuruhku menghentikan mobil, aku menurut saja. Setelah mobil di pinggirkan, dengan ganas ibuku mengulumku. Kemudian membukacelanaku dan menghisap batang kemaluanku yang sudah keras saat ibukumengulum bibirku tadi. Cerita Seks Sedarah – Aku hanya terengah-engah merasakan batangkemaluanku dihisap oleh ibuku sambil mengocoknya, dan beberapa saatkemudian.. “Cret.. cret.. crett..” maniku menyembur di dalam mulutibuku, dan dia menelan habis maniku walaupun ada sedikit yang melelerkeluar. Ibuku kemudian membersihkan sisa maniku yang menetes di tangannya danbatang kemaluannku. Tak kusangka ibuku kembali menelan calon-caloncucunya ke dalam perutnya. Tapi aku sih asyik-asyik saja ibuku maumenghisap batang kemaluanku saat kami masih di dalam mobil. Kamiberciuman dan melanjutkan perjalanan pulang dan kemudian tidurseranjang dan “bermain” lagi. Kami berdua terus melakukannya tanpa sepengetahuan orang persetubuhan kami yang pertama, sebulan kemudian ibuku merasa diahamil, dan ibu bilang bahwa sebelum bersetubuh denganku, ibu sudahlebih dari 3 bulan tidak bersetubuh dengan ayahku, karena memang ayahkuterlalu sibuk dengan perusahaan, dan hotel-hotelnya. Ibuku bilang ibuhamil olehku karena selain dengan ayahku dan aku, ibu belum pernahperhubungan seks dengan lelaki lain. Ibu menggugurkan kandungannya karena dia tidak mau punya bayi dari aku, aku pun tidak mau mempunyai bayi dari rahim ibuku. Tapi kami masihterus melakukannya lagi dan selalu tidur bersama bila adik dan pembantuku sudah tidur. Persetubuhan dan hubungan kami berjalan lancar selama dua tahun tanpa ada yang curiga atau mengetahuinya. Sampai suatu hari, bulan Oktober 2020 ibuku telah berumur 41 tahun, tapi tubuh dan wajahnya masih tetap fit, dan seksi, walaupun ada sedikit keriput dan lipatan kecil di wajahnya, namun semua itu malah menjadikan ibuku makin sensualdan dewasa. Sedangkan aku berumur 20 tahun. Suatu hari aku dan ibuku mulai merasakan getara-getaran dan keinginan untuk bercinta lagi. Malam itu pembantu kami pulang kekampungnya dan adik perempuanku belum pulang. Aku yang merasa bebas mulai merayu dan menggoda ibuku, dan ibu pun menanggapi rayuanku dengan sensualitas yang ibu punya. Kami kemudian telah berpelukan mesra dan berciuman dengan hotnya, sambil berciuman kami membuka pakaian kami dan tanpa sadar kami telah telanjang. Setelah melakukan oral seks yang ibuku sangat senangi, aku mulai menusuk lubang kemaluan ibuku dengan batang kejantananku yang menurut ibu makin nikmat. Aku terus menggoyang pingulku naik turun dan ibu mengimbanginyadengan goyangan pinggulnya, setelah beberapa saat ibuku mencapaiorgasmenya yang kedua setelah pada oral seks tadi ibu telah itu posisiku sedang menindih tubuh ibuku yang kelelahan karenaibuku baru orgasme, aku terus menggoyang pinggulku mengocok batangkemaluanku di dalam lubang kemaluan ibu, dan mungkin karena staminanyayang mulai berkurang ibuku hanya pasrah, aku mengocok terus danmembiarkan aku menusuk lubang kemaluannya dengan batang kemaluanku yang cukup besar. Tanpa aku sadari ibuku melirik ke arah pintu kamar, dan ternyatadisitu telah berdiri asyik perempuan yang sedang memperhatikan kegiatankami. Aku kaget tapi nafsuku masih mengalahkan rasa kagetku dengankenikmatan lubang kemaluan ibuku yang masin basah. Ibuku menyuruhkumemperlambat tusukanku. Dengan masih pada posisiku menindih tubuhku ibu bilang, “Sayang..tuh ada Vika kalau dia mau kamu terusin aja sama Vika, Mami mau istirahat dulu,” aku masih menggoyang pinggulku namun sekarang denganperlahan. Ibuku bilang, “Vika sayang, sini kita gabung aja sekalian..” ajak ibuku pada adikku. Aku pun seperti mendapat angin bilang pada asyikku, “Vik.. kaloenggak mau aku habiskan sama Mami aja..” sambil mengerang kenikmatan. Seperti dihipnotis, adikku Vika yang baru masuk kuliah berjalanmenuju ke arah kami berdua, dan ibu menyuruhku agar aku mencabut batangkemaluanku dari lubang kemaluannya. Saat kucabut, batang kemaluankuberdenyut karena sedang enak-enaknya dijepit, harus dicabut. Ibukukemudian menuju Vika yang sudah berada di samping tempat tidur,kemudian menciumnya dan meremas payudara adikku itu, dan sepertinyaVika setuju. Kemudian dia naik ke ranjang, dan aku pun mencium bibirVika. Hangat dan penuh sensasi saat kucium bibir adikku. Aku mencoba meremas payudaranya yang agak kecil dibanding ibuku,tapi terasa payudara Vika lebih kencang dan padat. Aku meminta diamembuka kaos ketatnya, memang Vika adalah gadis masa kini, wajahnyacantik dengan kulit yang halus dan mulus, juga putih dan hitam sepunggung dan tubuhnya yang tinggi semampai, lebihtinggi dari ibuku dan pinggul yang tidak terlalu besar, tapi mempunyaipayudara yang serasi dengan tubuhnya yang seksi. Ukuran bra-nya mungkin34B, karena terlihat saat dia melepaskan kaosnya terlihat dadanya yang busung ke depan dan terlihat sangat indah. Vika tersenyum saat melihat batang kemaluanku yang besar danberdenyut, aku mengira Vika sudah tidak perawan lagi, karena saat diamulai menghisap batang kemaluanku, dia terlihat tidak kaku dan sangatprofesional. Bibir dan mulutnya yang kecil seakan tidak muat untukmelahap batang kemaluanku yang besar, hisapannya kuat dan nikmat walautidak sekuat dan senikmat hisapan ibuku. Vika terus mengocok danmenghisap batang kemaluanku sementara aku mendesah dan meringiskeenakan menikmati sedotan adikku, dan sambil kubelai rambutnya. Setelah Vika puas, aku kemudian membaringkan tubuhnya di sebelahibuku yang hanya memperhatikan kedua anaknya berhubungan seks. Akumembuka bra Vika, dan keluarlah gunung kembar Vika yang putih dankencang dengan puting yang masih merah segar. Kuremas gemas payudaraVika sambil kuhisap putingnya, adikku hanya melenguh dan mendesah pelansaat kuhisap dan gigit kecil puting susunya. Aku jadi bingung, dia mautidak kalau aku setubuhi. Aku yang tadi hampir orgasme di lubangkemaluan ibuku sudah tidak sabar lagi untuk masuk ke lubang kemaluanVika. Dengan agak kasar kubuka celana panjangnya dan CD-nya sekaligus,Vika menjerit kecil dan ibu mengingatkanku agar tidak kasar padaadikku. Aku melihat pemandangan yang sangat indah tidak kalah indahnyasaat aku pertama kali melihat pemandangan indah selangkangan milikibuku dulu. Lubang kemaluan adikku dipenuhi bulu-bulu halus yang lebattapi tertata rapi. Aku sudah tidak tahan lagi, kuhisap dan kujilatlubang kemaluan milik adikku itu, Vika mengejang dan bergetar saatkujilat klitorisnya, dia mulai mendesah kenikmatan, dan ternyata Vikalebih cepat orgasme dibanding ibuku. Terlihat saat kujilat dan kuhisaplubang kemaluannya, lubang kemaluannya mengeluarkan cairan kentalhangat yang langsung kuhisap habis. Setelah kuhisap semua cairan lubang kemaluan adikku, aku bangun dankemudian berlutut tepat di selangkangan Vika. Aku mengangkat pinggulVika sedikit, dan dengan agak berjongkok dengan tumpuan di lututku,pantat Vika kusimpan di dadaku hingga lubang kemaluan Vika tepat beradadi depan batang kemaluanku yang terus berdenyut. Dengan sedikit seretdan dorongan yang agak keras, kumasukkan batang kemaluanku ke dalamlubang kemaluan adikku yang masih terasa seret dan otot lubang kemaluan dan seretnya liang senggama Vika memanglebih nikmat dari lubang kemaluan ibuku, namun aku merasakan sensasiyang lebih dasyat saat aku menyetubuhi ibuku. Ternyata Vika saat aku “garap” tubuhnya hanya diam dan mendesahkecil, saat batang kemaluanku penuh mengisi lubang kemaluannya, Vikamulai menggila. Desahannya malah semakin keras dan sensual. Tubuhnyabergoyang seperti penari ular, dan goyangan pinggulnya bergoyang sangatdahsyat. Aku yang tadi akan menguasai “permainan” hampir kalah dan dikuasai oleh Vika. Beberapa saat Vika menguasai permainan kami. Dengan posisi yangsama saat kutusuk batang kemaluanku ke dalam lubang kemaluan Vika, Vikalangsung menguasai permainan, pahanya dijepitkan ke pinggangku,pinggulnya berputar membuat batang kemaluanku yang ada dalam lubangkemaluan Vika seperti dipilin-pilin nikmat. Akh.. gila juga adikku terus memompa pinggulku meladeni putaran pinggul Vika, dan tangankumulai beroperasi, payudara Vika yang terus bergoyang kuremas dankumainkan puting susu Vika dengan jariku. Vika mendesah dan terusmenjerit kecil saat permainan mulai kukuasai kembali, sambil kukocokbatang kemaluanku di lubang kemaluan Vika, tanganku meremas danmemainkan puting Vika. Sementara kuhisap dan ciumi bibir Vika yang sensual, tipis danmerah menantang. Sesekali kuhisap putingnya yang membuat diamerem-melek, dan posisi itu berubah dengan Vika menungging dan akumenusuk dari belakang. Dengan posisi ini aku lebih leluasa meremaspayudara Vika yang menggantung, pinggulnya kembali berputar danmaju-mundur mengimbangi kocokan batang kemaluanku di dalam lubangkemaluannya yang makin basah dan nikmat. Kemudian gerakan Vika makincepat, erangan dan desahan Vika makin kuat dan keras. Vika meraih tanganku dan meletakkannya di payudaranya agar akumeremasnya. Dengan goyangan pinggul yang dasyat, tubuh Vika mengejangdan bergetar, dan dia memekik tertahan dan kurasakan cairan hangatmembanjiri lubang kemaluan Vika dan membasahi batang kemaluanku tandaVika sedang orgasme. Tiba-tiba tubuhnya yang tadi liar tergeletaklunglai. Aku melihat mata Vika terpejam saat kucium lehernya, sedangkangoyanganku pun aku perlambat agar Vika merasakan semua kenikmatan yangdia baru rasakan. Kubelai pinggangnya dan pinggulnya, dan dengan sekaligerakan kuputar tubuh Vika sehingga posisi kami kembali berhadapantanpa aku mencabut batang kemaluanku di dalam lubang kemaluan Vika. Akumerasakan jepitan yang sangat nikmat saat kuputar tubuh adikku tadi. Kini kaki Vika kusandarkan di bahuku, hingga dia benar-benarmengangkang, dan dengan leluasa kuhabiskan sisa-sisa tenagaku untukmenghabisinya di dalam lubang kemaluan adikku. Tidak lama dalam batang kemaluanku ada desakan dari dalam, dan..”Cret.. cret.. creet..” air maniku tumpah di dalam lubang kemaluanVika. Saat itu aku mendesah dan mengerang keenakan. Lalu kurebahkantubuhku di atas tubuh Vika dan sambil menikmati sisa-sisa kenikmatanitu kucium lembut dan mesra bibir Vika, dan Vika pun membalas ciumanku,kami berciuman dengan mesra. Keringat kami membasahi tempat tidur dan kemudian ada suara, “Aduhini anak Mami, keasyikan main sampai Mami dilupain gini..” sahut mamimenggoda kami berdua yang memang dari tadi lupa kalau di sebelah kamiberdua ada mami yang masih telanjang dan menonton aksi kami kakak-adikbertempur. Aku langsung mencabut batang kemaluanku dari lubang kemaluan Vikayang basah kuyub, dan kemudian ibu mengulum batang kemaluanku,membersihkan cairan maniku dan cairan lubang kemaluan Vika. Aku dan Vika tersenyum pada mami, dan kami kemudian berbaring di satu ranjang, dengan aku di tengah mereka. “Vik.. ternyata kamu kuda liar juga, padahal waktu gue garap body lo, lo diem aja..” godaku pada adikku. Vika hanya tersenyum dan bilang, “Mam.. makasih udah ngajak Vika gabung, kalo enggak rugi Vika enggak tau kalau Kak Bobi dasyat banget..” Kami bertiga pun tertawa, lalu ibuku bilang, “Bob, kalau Mami capek atau kalau ada Papi, kamu tidur sama Vika saja, asal jangan ribut banget saja kayak tadi..” Aku cuma senyum kecil sambil kucium adikku. “Dan kalo enggak ada Papi kita tidur bertiga aja..” ajak Vika. Aku sangat setuju dengan ajakan Vika. Kami bertiga tidur seranjang hingga pagi, dan pagi hari kami mainlagi bertiga di dapur. Mulai saat itu kami terus melakukannya sampaisekarang, dimana kami mau dan kapan kami mau kami pasti melakukannya,dengan motto kapan saja, dimana saja kami bermain. Sekitar dua bulan setelah aku main pertama kali dengan Vika, dansaat kami bersetubuh, Vika bilang kalau dia lagi hamil dua bulan. Diabilang dia hamil sama aku, soalnya dulu waktu pertama kali berhubungan,dia itu lupa bilang kalau dia biasa main sama cowoknya, cowoknya haruspakai kondom, sedangkan dulu aku “muncratin” maniku di dalam lubangkemaluan Vika. Jadi, pertama aku hamili ibuku yang digugurkan, sekarangaku hamili adikku, dan dia bilang mau digugurkan dan aku setuju sekali,soalnya aku tidak mau punya anak dari adikku dan Vika tidak mau punya anak dari aku, kakaknya. Gila..! sekian kisah Cerita Ngentot Sedarah Kakak Adik untuk di ceritakan. lihat juga sebelumnya ada cerita seks bergambar menarik yang tak kalah serunya untuk dibaca Cerita Artis Hot Indonesia Mesum Terbaru. Tamat cerita sedarah kakak adik cerita ngentot ibu kandung cerita sex sedarah adik cerita dewasa kakak
Kisah Hubungan Sedarah Yang Kualami Dengan Kakak Perempuanku Yang Tomboy ? NOVELBASAH ? Panggil saja aku “Vel” umurku sekarang 27 tahun, sekarang aku bekerja pada sebuah perusahaan di salah satu kota di negara bagian New Hampshire. Dan singkatnya aku tertarik untuk mencoba menceritakan apa yang aku alami dan kujalani sampai saat ini. Saat ini aku tinggal bersama kakak perempuanku, panggil saja “Kak Risa” Umurnya sekarang 31 tahun, 4 tahun lebih tua dariku. Kehidupan kami saat ini begitu tenang, tertutup namun bahagia. Aku akan memulai dari awal bagaimana semuanya terjadi, percaya atau tidak bahwa apa yang kualami ini tidak mengalami hambatan atau rintangan sama sekali, hal yang membuatku sendiri heran bila memikirkannya. Awalnya 15 tahun yang lalu saat aku masih berumur 12 tahun. Kami besar dari keluarga berada, keseluruhan saudaraku ada 5 orang. Nomor satu dan dua laki-laki sedangkan yang ketiga perempuan. Kak Risa nomor empat dan aku paling akhir. Sebenarnya aku lahir di Indonesia. Hanya memang Papaku adalah pria berkebangsaan Amerika. Sedangkan Mamaku asli orang Indonesia. Waktu aku berumur 12 tahun, kami masih tinggal di Indonesia. Tapi Papaku tidak disini karena ia memang tidak bekerja di Indonesia. Setahuku dulu Mamaku juga sibuk bekerja, ia tidak terlalu khawatir karena kedua kakakku yang lain sudah cukup dewasa dan dianggap bisa menjaga kami. Aku maklum karena kedua orang tuaku memang berencana mengurus kepindahan kami semua ke Amerika. Sebenarnya kami semua saling menyayangi satu sama lain. Jarang sekali kulihat ada pertengkaran di antara kakak-kakakku. Tapi sejak kecil aku memang sudah dekat sekali dengan Kak Risa. Memang dia yang selalu menemaniku saat aku bermain. Ya selain itu jarak umur antara aku dan kakakku yang nomor tiga sangat jauh sekitar 8 tahun. Kak Risa memang sangat sayang padaku, hampir tiap kali aku selalu dapat bermanja-manja dengannya. Ya, hal itulah yang membuatku sangat interest sekali dengan Kak Risa. Bahkan kuingat seumurku waktu itu aku sudah mulai ada ketertarikan dengan kakakku. Pada awalnya aku hanya berandai-andai saja. Sebab saat itu aku yakin sekali bahwa tidak mungkin aku menjalin hubungan yang “lebih” dengan kakakku. Paling Kak Risa cuma menganggap aku adiknya saja. Meskipun sebagai adik aku selalu mendapat perlakuan istimewa darinya. Dari kecil aku dan Kak Risa memang tidak pernah berpisah, kamar kamipun jadi satu. Sebenarnya saat aku berusia 9 tahun, aku sudah minta kamar sendiri, tapi Kak Risa tidak setuju, alasannya sederhana, ia tidak mau pisah kamar denganku, masa itu sebenarnya adalah masa di mana aku agak enggan berbagi, inginnya memodifikasi kamar sendiri tanpa ada yang mencampuri, tapi tidak jadi masalah, lagipula aku dulu penakut, dan aku sudah terbiasa tidur dalam pelukan kakakku. Mungkin waktu kecil dulu aku tergolong bandel. Kalau Mama lagi tidak ada, orang rumah pasti kubuat repot dengan ulahku. Kak Risa juga sering kujahili. Biasanya kalau tidur malam Kak Risa hanya menggunakan celana dalam aja. Aku tidak mengerti kenapa. Padahal kamar menggunakan AC. Seringnya aku iseng memainkan dan menghisap puting susunya. Kak Risa mengetahui hal itu tapi dia tidak pernah marah atau menegurku, paling cuma bilang, “Kalo mau kaya gini kenapa nggak minta sama Mama aja sih?”. Lucunya hal itu malah jadi kebiasaanku. Dan karena tidak ada yang tahu, kejadian seperti itu berlangsung terus sampai usiaku beranjak 12 tahun. Tapi makin besar aku mulai merasa tidak enak sendiri, meski kebiasaanku itu tidak jadi masalah buat Kak Risa. Kak Risa itu orangnya tomboy Sekali. Saat dia berumur 16 tahun dia ikut beberapa bela diri. Aku tadinya tidak tertarik, tapi Kak Risa juga minta aku ikut beladiri. Bisa dibayangkan seperti apa jadinya, gaya jalannya jadi aneh, tidak feminin. Kalau tidak tertutup dengan wajahnya yang cantik dan bodynya yang bagus, cowok pasti malas dekat dengan Kak Risa. Apalagi ditambah sifat Kak Risa yang tertutup, dan cenderung idealis. Selain itu kelihatannya Kak Risa juga tidak terlalu tertarik membina hubungan dengan lawan jenis. Terutama setelah ikut beladiri. Tapi biar begitu aku tahu kalau banyak cowok cakep yang suka sama dia. Dan Kak Risa hanya datar saja menanggapinya. Soalnya aku sering terima telepon untuk Kak Risa. Dan sering sekali dia tidak mau terima teleponnya. Bisa dibilang Kak Risa sangat “Untouchable”. Saat umurku hampir 13 tahun, awal mulai masuk SMP, aku suka dengan seorang gadis teman sekelasku. Aku sangat suka padanya, tapi tidak berhasil mendekatinya, intinya kalah bersaing. Saat itu perasaanku benar-benar tidak enak. Aku berusaha menghibur diri dengan sering pergi ke rumah sahabat-sahabatku. Di sanalah aku mulai mengenal buku-buku dan film khusus dewasa. Di usiaku yang sekecil itu aku sudah memiliki majalah luar negeri khusus dewasa, juga filmnya. Tidak sulit, karena nyaris seluruh sahabatku bukan orang Indonesia. Dan mereka sangat bebas mendapatkan barang seperti itu pada masa-masa tersebut. Kak Risa tahu bahwa aku memiliki barang-barang itu, memang itu susahnya kalau satu kamar, jujur saja Kak Risa tidak suka aku memilikinya hingga aku sempat dimarahi juga olehnya, dan ia memintaku untuk membuang barang-barang itu. Apa boleh buat, bagiku lebih baik benda-benda itu yang aku singkirkan daripada aku kehilangan kasih sayang Kak Risa. Meski Kak Risa sudah punya banyak kesibukan dengan studi dan kegiatan sekolahnya, perhatiannya padaku tidak berubah, malah cenderung semakin berlebihan, Kak Risa semakin sering memaksaku untuk menemaninya saat ia sedang melakukan kegiatannya atau pergi kemanapun. Ia juga makin sering mencium dan memelukku dengan mesra, bahkan di depan umum. Mulanya aku merasa tidak nyaman dengan perlakuannya itu, tapi lama kelamaan aku merasa nyaman juga. Perasaanku pada Kak Risa muncul kembali. Kalau dulu ciumannya kutanggapi biasa saja, sekarang aku lebih senang membalasnya dengan mesra. Aku pun mulai suka memberikan perhatian lebih pada kakakku itu, mungkin karena merasa perhatiannya mendapat respon lebih dariku. Kak Risa jadi makin sayang padaku. Setengahnya kami jadi mirip orang yang sedang berpacaran, meskipun secara fisik tetap kelihatan kalau aku adiknya. Aku ingat malam itu saat aku pertama kali melakukannya dengan kakakku, seperti biasa aku bercanda dengan Kak Risa di dalam kamar, saat itu semua orang rumah sudah tidur, kesempatan itu biasanya sering kugunakan untuk mencurahkan isi hati pada kakakku, semua permasalahan yang kudapat hari itu selalu kutumpahkan padanya, dan Kak Risa selalu merespon itu semua dengan sabar dan penuh pengertian, dan memang kuakui beberapa waktu terakhir Kak Risa cenderung over. Kata-kata dan sikapnya sangat mesra padaku apalagi kalau kami hanya berdua saja seperti itu, perlakuannya itu sering membuat jantungku berdebar, aku sadar sepenuhnya bahwa dia itu kakakku, tapi aku tidak mengerti kenapa hatiku bisa bergejolak tidak karuan. Kalau tidak salah waktu itu Kak Risa mengenakan kaos dan celana dalam warna putih, rambutnya dibiarkan terurai. Beda dengan kesehariannya, kakakku saat itu terlihat sangat feminin dan cantik sekali. Aku ingat sesekali Kak Risa meraih kepalaku dan menciumiku. Aku tidak berpikir macam-macam, hanya memang aku sangat menikmati perlakuan Kak Risa padaku. Sampai suatu kali Kak Risa mencium bibirku, kubalas dengan ciuman mesra. Yang sebenarnya serabutan. Aku mencoba berlama-lama meski tidak yakin berhasil, tapi karena aku menikmatinya, berhasil juga. Kulumat bibir kakakku itu dengan lembut. Kak Risa kelihatannya juga suka dengan ciumanku. Sebab dia sama sekali tidak berusaha menyudahi ciuman itu, bahkan kedua tangannya semakin memelukku erat, aku bisa merasakan belaiannya di kepalaku. Tapi sayangnya ciuman itu terhenti. Kak Risa menghela nafas sambil memandangku aneh. “Kakak kucium lagi ya”, mendengar itu Kak Risa masih diam. Mungkin dia masih heran dengan kelakuanku, memang tidak biasanya aku membalas ciumannya sampai selama itu. Tapi tatapannya kemudian berubah mesra lalu dia tersenyum dan justru ganti menciumku lagi. Kali ini ciumanku mulai agresif. Bibir kami seolah tidak berhenti untuk saling melumat, diiringi desahan-desahan erotis dari Kak Risa, detak jantungku menjadi semakin cepat. kucoba mendorong Kak Risa agar merapat ke dinding. Kemudian kuciumi jenjang leher kakakku. Tanganku yang dari tadi pasif sekarang mulai mencoba melakukan eksplorasi kesana kemari. Sementara bibirku masih berkonsentrasi pada leher Kak Risa, tanganku telah menyusup ke dalam kaos putihnya, dan tanpa kesulitan aku langsung dapat menemukan buah dada Kak Risa yang tidak tertutup oleh bra sama sekali, menurutku untuk ukuran gadis yang hampir 17 tahun, buah dada Kak Risa tergolong cukup besar, tentu saja aku sudah sering melihatnya, karena sampai saat itu kami masih sering mandi bersama. Aku mencoba meremasnya dengan lembut. Kak Risa tampak menggeliat dan sesekali mendesah. Perlahan kunaikan kaos itu supaya tidak menghalangi buah dada Kak Risa. Dan begitu buah dadanya terlihat, tanpa basa-basi langsung kuhisap putingnya yang berwarna merah muda itu dan kuremas dengan bibirku. Aku benar-benar menikmatinya seperti bayi yang sedang menyusu. Sesaat kutanggalkan kaosku, juga celana pendekku. Kemudian kupeluk tubuh Kak Risa dan makin kuat kuhisap puting susunya, sesekali kumainkan putingnya dengan lidahku, kemudian kuhisap lagi. Karena terlalu enjoy, aku tidak tahu bahwa ternyata Kak Risa telah menanggalkan kaos putihnya. Sehingga saat dia memelukku erat, tubuhku benar-benar bersentuhan dengan tubuh kakakku, dan bisa kurasakan tubuh kakakku yang harum dan sangat halus itu. Lama sekali aku menikmati buah dada kakakku itu secara bergantian, Kak Risa pun seolah tidak mau melepaskanku ia justru menekan kepalaku kuat-kuat pada buah dadanya. Tubuh kami sudah basah semua oleh keringat. Sampai detik itu aku masih ragu untuk melakukan seks dengan kakakku. Memang awalnya semua ini kupelajari dari semua majalah dan film yang kulihat, tapi lama kelamaan naluriku mulai berinisiatif. Karena masih ragu aku coba untuk menciumi bibir kakakku lagi. Sama seperti sebelumnya, Kak Risa membalas ciuman itu dengan sangat mesra. Dengan memberanikan diri aku membisikan sesuatu ke telinga Kak Risa. “Kak, boleh aku lepas celana dalammu?”. Kak Risa agak terkejut. “Kamu mau apa dek..?”. Aduh aku jawab gimana ya. “Aku mau jilatin vagina kakak”. Karena ragu kata-kata itu keluar dengan asal dan pelan sekali. Aku takut. Kupikir pasti kakak akan marah dan ia tidak bakalan mau. “Ih, nakal”. Jawab Kak Risa spontan, Kak Risa kemudian memandangiku sambil tersenyum, wajahnya agak memerah. Masih dengan posisi bersandar Kak Risa melepas celana dalamnya perlahan-lahan. Slow motion itu membuat jantungku semakin berdetak tidak menentu. Sebenarnya aku setengah heran kenapa Kak Risa sama sekali tidak marah ketika aku memintanya melakukan hal itu, tapi sudahlah. Kemudian Kak Risa melebarkan pahanya. Awalnya aku malu untuk melihat. Untuk menutupi hal itu, kuciumi lagi bibir Kak Risa. Kemudian perlahan-lahan kuturunkan kepalaku sampai tepat di depan vagina Kak Risa. Vagina Kak Risa nyaris tidak ditumbuhi rambut. Jadi aku mampu memandang dengan leluasa gundukan vagina Kak Risa, sebenarnya pemandangan ini juga tidak asing lagi bagiku, tapi sedekat ini baru pertama kalinya. Kulihat ada cairan yang mengalir keluar dari bagian bawah vagina kakakku disertai bau yang aneh. Perlahan kubuka belahan daging yang menutupi lubang vagina Kak Risa. Dan langsung kusapu dengan lidahku dari bawah ke atas berkali-kali. Saat itu tubuh Kak Risa langsung mengejang. Dengan bibir dan lidahku kupermainkan klitorisnya. Secara spontanitas kedua tangannya memegangi kepalaku. Aku semakin asyik menjilati vagina kakakku itu, bahkan sesekali kuhisap bagian bawahnya. Kudengar Kak Risa berulang-ulang mendesah sambil menyebut namaku. Permainan itu luar biasa sekali, meski cairan yang keluar rasanya tidak karuan, tapi aku benar-benar menikmatinya. Saat lidahku menyusup ke dalam lubang vagina Kak Risa, sebisanya kujilati bagian dalam lubang itu. Kak Risa makin terengah-engah. Nafasnya memburu tidak karuan. Lidahku juga makin liar mengobrak-abrik bagian sensitif kakakku itu, sehingga semua tempat di dalamnya tersapu oleh lidahku. Setelah beberapa menit Kak Risa agak mengejangkan tubuhnya. Aku merasakan lidahku dialiri sesuatu yang hangat. Bersamaan dengan erangan keras dari Kak Risa serta pahanya yang menjepit kepalaku dengan sangat kuat. Kujilati cairan itu sampai bersih, meskipun rasanya masih sama. Kemudian aku naik ke atas dan kuciumi lagi Kak Risa. “Adek, kamu nakal banget sih?”, ekspresi wajah Kak Risa sangat berbeda. “Kak, aku sayang sama kakak”, Kak Risa memandangiku dengan sayu, tangannya mengusap pipiku. “Kakak juga sayang kamu”. Dengan berani aku mencoba mengajak Kak Risa untuk melakukan hubungan seks denganku. “Kak, boleh aku melakukannya sama Kakak”. Kak Risa terdiam mematung, kepalanya tertunduk untuk beberapa saat. Suasana benar-benar hening, sampai nafas kamipun terdengar sangat jelas. Setelah itu dia kembali memandangku sambil bertanya, “Kamu yakin mau melakukannya Dek?”. Suara Kak Risa sangat pelan sekali. Aku tak menjawab, aku hanya melihat tatapan mata Kak Risa yang sangat berbeda, aku tak bisa menggambarkannya, tapi aku tahu Kak Risa rela melakukannya denganku. Langsung kulepas celana dalamku. Kemudian aku agak bergeser ke bawah, kulebarkan kedua kakinya. Senjataku tampak tegak berdiri, tapi tidak sebesar orang dewasa, masih ukuran standart anak 12 tahun. Kak Risa terus menatap wajahku saat aku mengarahkan senjataku tepat di depan vaginanya. “Kak..?”, sekali lagi kuminta persetujuannya. Ia mengangguk pelan. Perlahan kudorong masuk senjataku. Tapi tidak berhasil, dasar masih amatir hijau. Sampai yang ketiga kalinya. Kak Risa kemudian meraih dan menahan pinggangku sambil mengarahkan vaginanya tepat di ujung senjataku, kemudian kucoba mendorong lagi, meski sulit dan agak sakit tapi berhasil juga kumasukkan seluruh senjataku ke dalam vagina Kak Risa, perlahan kugerakkan pinggangku. Kedua tangan Kak Risa tampak meremasi selimut tidur kami. Desahannya mulai terdengar lagi, kuperhatikan Kak Risa tampak sulit menyesuaikan diri. Pelan tapi pasti, kupercepat tempo gerakanku. Sebenarnya saat itu senjataku terasa perih sekali. Aku merasa nggak enak banget. Tapi erangan Kak Risa yang semakin menjadi membuatku tidak berpikir lagi. Makin kuhentakan pinggangku, dengan gerakan yang teratur, Kak Risa terus menerus menghentakkan kepalanya ke kiri dan ke kanan, sesekali ia meregang sambil mengerang keras. Aku sempat takut juga kalau sampai ada orang rumah yang terbangun, tapi untungnya kamar kami di atas dan paling ujung, agak jauh dari kamar Mama dan kakak-kakakku yang lain. Tiba-tiba kurasakan pinggang Kak Risa juga ikut bergerak, seperti memutar, sesekali Kak Risa ikut menghentakkan pinggangnya. Aku baru benar-benar merasakan enaknya melakukan hal itu. Dengan iseng kuremas juga buah dada Kak Risa, dan Kak Risa merespon dengan menggenggam tanganku kuat. Gerakan pinggang Kak Risa makin cepat. Kak Risa seperti sudah biasa melakukan hal ini. Dengan pemikiran itu maka semakin agresif aku menghentakkan pinggangku. Tentu saja hal ini membuat Kak Risa mengerang semakin keras. Dari tubuhku dan Kak Risa keringat semakin mengucur deras, padahal AC di ruangan cukup dingin. Beberapa menit kemudian pergerakanku mulai melambat, aku seperti agak pusing, aku hanya mampu menghentakkan pinggangku sesekali, kadang aku hanya diam menikmati remasan dinding-dinding vagina Kak Risa. Kurasa badanku mulai lelah. Tiba-tiba Kak Risa meraih tubuhku dan mendekapku erat sekali, pinggangnya menghentak beberapa kali, rasanya luar biasa. Senjataku seperti ditarik makin masuk ke dalam, dan dilumuri cairan yang hangat, diiringi erangan cukup keras dari Kak Risa. Saat Kak Risa melepas dekapannya, aku merasa tubuhku amat lelah sekali, karena tidak kuat aku berguling di sisi Kak Risa. Pada saat itu aku juga merasa dari senjataku ada yang mau keluar. Rasanya enak sekali, baru kali itu aku merasakan yang seperti ini hingga akhirnya cairan itu keluar membasahi tempat tidur. Entah aku tidak ingat apa-apa lagi setelah itu. Paginya ketika aku sadar, Kak Risa sudah memeluk sambil menciumiku. Kami masih dalam keadaan tanpa pakaian sehelaipun. “Kakak nggak ngira kalau Adek yang dulu sering kakak gendong bisa berbuat ini sama kakak”, bisik Kak Risa di telingaku. Aku sendiri setengah tidak percaya sudah melakukannya dengan kakakku “Kak.., aku sayang banget sama Kakak, aku cinta sama Kakak”. Kupeluk Kak Risa dengan kuat. Kak Risa tersenyum dan menciumku lagi. “Kakak ngerti kok Dek.., kakak juga sayang dan cinta banget sama kamu, kakak hanya tidak menyangka kamu dewasa secepat ini. Dan jujur aja kakak seneng banget bisa melakukan ini sama kamu, Adekku sayang”. “Tapi ayo cepet bangun, sprei ini harus segera dicuci”, lanjut Kak Risa lagi. “Lho, memangnya kenapa?”, tanyaku singkat. “Kakak nggak mau kalau bekas darah di sprei itu sampai ketahuan Mama”, jawab Kak Risa. Aku setengah terkejut, “Darah?, darah apa Kak?”, tanyaku. Kak Risa tidak menjawab, ia langsung memintaku berdiri dan cepat-cepat melepaskan seprei tempat tidur kami. Awalnya aku memang tidak tahu, tapi belakangan aku baru mengerti, bahwa ternyata malam itu aku telah mengambil keperawanan kakakku sendiri, di usiaku yang belum lagi genap 13 tahun. Bodohnya aku, seharusnya aku sudah tahu mengenai hal itu. Aku jadi merasa bersalah, berulang kali aku minta maaf padanya, meskipun Kak Risa mengakui bahwa ia sangat rela melepas keperawanannya padaku. Hanya ia tidak mengira aku akan mengambilnya sepagi ini. Aku jadi makin sayang padanya. Sejak kejadian itu aku nggak pernah mencoba untuk mencari pacar. Karena Kak Risa sudah menjadi segalanya bagiku. Setelah kejadian itu pula Kak Risa juga menutup diri pada pergaulannya. Secara otomatis bagi Kak Risa statusku adalah adik sekaligus kekasihnya, kehidupan kami jadi semakin tertutup. Entah sejak saat itu sudah berapa kali kami melakukannya, dan keluarga kami benar-benar tidak tahu akan hal itu. Lepas SMU, aku sudah tidak di Indonesia. Aku melanjutkan studi ke Amerika. Tapi tetap aku tak bisa berpisah dengan Kak Risa. Aku meminta Kak Risa ikut denganku, walau sebenarnya Papa dan Mama tidak setuju. Tapi mereka tak bisa apa-apa karena Kak Risa juga memaksa untuk menemaniku. Sampai saat seluruh keluargaku pindah ke Amerika pun, mereka tidak pernah tahu bahwa kami telah menjalani kehidupan yang exklusif seperti suami istri. Sekarang Kak Risa sudah bekerja pada sebuah bank di kota yang sama denganku. Kami tinggal di rumah yang jauh dari keramaian, dan kami sudah sepakat untuk menjalani kehidupan yang “tertutup” ini. Lagipula sampai saat ini keluarga kami tidak menaruh curiga sama sekali, mungkin pola pikir mereka sudah sama seperti orang setempat, tidak mau ikut campur urusan pribadi orang lain. Baca Antara Aku, Istriku dan Kakak Iparku
Namaku Sardi, tinggal di kota bekasi ayah dari 3 orang anak, anaku yang sulung saat ini telah berusia 9 tahun dan yang bungsu 7 thn mereka hanya terpaut usia masing-masing satu tahun, usiaku 35 tahun aku dua bersaudara dengan adiku yang bernama Ratih yang saat ini telah berusia 28 tahun, kami di lahirkan dari keluarga yang sederhana, kedua orang tuaku telah meninggal dunia saat aku masih duduk di bangku SMA, sejak saat itu adiku tinggal bersamaku, aku mempunya seorang istri yang lumayan cantik sebut saja Susan yang saat ini berusia 31 ingin berbagi kisahku, kejaidanya sekitar 5 tahun yang lalu, kehidupan rumah tanggaku merupakan keluarga yang harmonis, hubungan sex kami tergolong sangat sangat intens, karena masing-masing dari kami memang hyper dalam sex, minimal kami akukan sehari sekali sudah seperti menu wajib sebelum atau sesudah tidur kecuali ada sesuatu hal yang kami tidak dapat suatu waktu aku di fonis lumpuh pada kaki oleh dokter setelah aku mengalami tabrak lari, hari2ku kulalui diatas kursi roda, aku di berhentikan oleh perusahaan tempatku bekerja dengan alasan efisiensi karna aku dinilai sudah tidak bisa optimal lagi dlm menjalankan pekerjaan, 3 bulan istriku merawatku, sering aku di mandikan oleh istriku, tapi meski aku lumpuh hasrat sex ku masih sangat tinggi, hanya saja aku mengalami ejakulasi kondisi yang lumpuh biasanya aku bersetubuh dengan istriku dalam posisi terlentang, istriku mengambil posisi di atas kadang tengkurap atau duduk di atasku, aku hanya diam dengan senjata yang tegang istriku yang beraksi memaju mundurkanya, aku bisa bertahan hanya kurang dari 30 detik, istriku sering bilang kalau dia belum orgasme dan dia sangat mendambakan itu seprti dulu lagi, makin lama intensitas sex kami smakin berkurang karena ketidak puasan istriku, akupun mencoba bulan ke 4 tabunganku menipis, sudah banyak yang ku keluarkan untuk biaya berobat, istriku mulai mencari pekerjaan dan di terima di perusahaan swasta, sedangkan adiku putus kuliah karena tidak ada lagi yang membiayai, adiku pun berusaha mencari pekerjaan tapi belum juga mendapatkan, untuk sementara adiku mengambil alih tugas istriku mengurus aku dan 3 keponakanya, sejak saat itu smua kebutuhan keluarga mutlak di penuhi oleh hari istriku smakin sibuk dengan pekerjaanya tak jarang dia pulang larut malam, pertengkaran- pertengkaran pun mulai mewarnai kehidupan rumah tangga kami, meski hasrat sexku masih tinggi aku sudah tidak melakukanya lagi, aku berusaha meredam hasrat itu meski kadang aku tak bisa tidur sampai suatu ketika saat aku di mandikan oleh adiku aku sedang berhasrat hingga celana pendeku menggelembung karena senjataku yg tegang tapi adiku entah pura2 atau memang tidak menyadari hingga tidak memperdulikan kondisi celanaku, aku memang selalu memakai celana pendek tanpa cd kalau sedang di mandikan, apalagi aku meliht pemandangan di depanku saat itu adiku mengenakan kaos putih hingga saat terkena percikan air menjadi makin transparan hingga terlihat jelas bentuk payudaranya meski masih terbugkus bra, yang makin membuatku bergairah pada saat dia menyabuni kakiku aku melihat jelas di depan mataku dua buah gunung dengan bra warna hitam dari sela kerah kausnya, sesekali adiku tak sengaja menyentuh senjataku hingga membut detak jantungku makin cepat, tapi mengingat dia adik kandungku aku menahan hasrat itu, adiku pernah bilang kalau dia sagat menyayangi aku, apapun akan dia lakukan untuk membahagiakan aku selama dia mampu, dalam hatiku bertanya bagaimana dengan sex..?Suatu hari adiku bercerita kalau dia melihat istriku di sebuah mall dengan seorang laki-laki, sejak saat itu timbul kecurigaanku dan akupun memerintahkan adiku untuk menyelidikinya, ternyata menurut penyelidikan yang adiku lakukan istriku selingkuh dengan rekan kerjanya, aku sangat marah rasanya sakit sekali hati ini, aku merasa harga diriku di injak2, kemudian terjadilah pertengkaran besar antara aku dan istriku pada suatu malam ketika istriku baru pulang, untunglah semua anak2ku sudahh tertidur, adiku yang melihat pertengkaran itu hanya bisa mulai enggan untuk tidur sekamar dengan istriku, terkadang aku tidur di sofa, atau di kamar anak-anak, meski hubungan antara kami sudah kacau tidak pernah sekalipun istriku meminta cerai, dengan kondisi keluarga yg spt itu aku tak berdaya, ingin sekali rasanya untuk menceraikanya tapi dengan kondisiku yg spt ini apa mungkin aku bisa melanjutkan hidupku sedangakan semua kebutuhan keluarga istrikulah yg menanggungnya, aku merasa sangat terpuruk sekali, merasa hidupku sudah tidak berarti lagi, meski dia tau adiku yang menceritakan hubungan gelapnya dia tidak marah dengan adiku, sikapnya tidak berubah tetap seperti tidak terjadi pagi saat aku bangun tidur dengan burungku yg berdiri, aku bingung harus kemana melampiaskan hasratku dengan istriku tidak mungkin mengingat kondisi hubungan kami lagipula dia sudah berangkat bekerja, lalu aku teringat adiku dalam hatiku berkata mungkinkah dia mau melakukanya? akhirnya akupun nekat menyusun rencana, aku menghampiri adiku yang sedang memakaikan baju si bungsu, Ratih..Baik mas, sebentar lagi si dede sudah mau aku tidak selalu di mandikan hanya terkadang saja kalau aku sedang malas, adiku benar2 sangat menyayangiku, setelah selesai merapikan handuk bekas si bungsu adiku langsung menghampiriku dan mendorong kursi rodaku sampa di kamar mandi, biasanya kalau aku sedang di mandikan kamar mandi tidak pernah di tutup karena aku memang tidak bugil hanya mengenakan celana pendek tanpa cd, tapi pada saat itu aku telah merencanakan tolong pintunya di tutup!Baik masTanpa bertanya apa2 Ratih menuruti perintahku, sebelum dia selesai menutup pintu aku kembali di kunci Rat!Ratihpun dia sedang menyabuniku aku memberanikan diri untuk kamu pernah bilang kalau kamu sayang mas, dan kamu mau melakukan apa saja demi membahagiakan masIya mas.. selama Ratih mampu, ratih mau melakukan apa saja asal mas bahagia, Ratih Cuma punya mas di dunia ini, dan selama orang tua kita meninggal dunia maslah yang mngurus aku dan membiayaiku sekolah, makanya Ratih sayang sekali sama mas, Ratih ga mau kehilangan keluarga satu-satunyatapi kan kamu saat ini sudah putus kuliahRatih sangat mngerti keadaan mas, Ratih ga mau jadi beban saat mas susah dan saat keluarga ini sedang di ambang kehancuranAku berpikir sejenak, kamu tau kan selama beberapa bulan ini mas sudah tidak sekamar lagi dengan susanya mas ratih tauBerarti ratih tau kan kalau kebutuhan biologis mas tidak terpenuhi?tau masTolong ratih bukakan celana mas!Ratih memandangku sebentar, dan langsung membukakan duduk di kursi baso yang sengaja di siapkan utk aku mandi, sehingga adiku agak kesulitan membukakanya, setelah terbuka terlihat burungku yang dari tadi sudah berdiri, adiku tidak berani memandang burungku, dia hanya tolong sabuni ituSambil aq menunjuk ke arah burungku, dan ratih pun menyabuni tanpa melihat kea rah burungku, sentuhan tanganya membuatku semakin bergairah seperti ada aliran listrik yang yang mengaliri seluruh kocok dong ratih, mas sudah lama ga merasakaniya masRatih pun mengocok burungku hingga setengah menit kemudian cairanku keluar membasahi muka adiku, sangat banyak sekali mungkin karena aku sudah lama tidak ml, aku merasakan sensasi yang luar biasa mas Ratihiya mas ga apa-apa Ratih rela, asal mas senangPada sore harinya aku kembali meminta adiku untuk memandikanku, dan seperti yang tadi pagi aku memerintahkan Ratih untuk mngunci kamar mandi dan membukakan kamu mau mengulum punya mas?mau masDan ratihpun memegang burungku dan memasukanya kedalam mulutnya, mau tidak mau ratih melihat burungku, dengan lembut ratih memainkan burungku dengan lidahnya, tanpa ku duga perlahan ratih terlihat bernapsu, dan akupun makin aja kaos kamu RatihRatih membuka kaosnya dan tanpa kuduga dia pun membuka branya, aku sangat terkejut sekali melihat dua buah dada yang indah milik adiku, akupun langsung menarik tanganya dan melumat kedua buah dada adiku, setelah aku selesai bermain dengan buah dada Ratih melanjutkan mengulum burungku dengan penuh gairah, satu menit kemudian keluarlah spermaku di dalam mulut adiku, aku melihat adiku tidak telan sperma mas ya?iya masmemang tidak jijik?ngga mas, kata orang sperma itu sehatKembali aku merasakan sensasinya spermaku di telan oleh adik kandungku, sangat luar hari permainan terlarangku dengan adik kandungku semakin meningkat, tanpa ada seorangpun yang tau skandal itu, adiku mulai berani bugil tanpa busana kalau sedang memandikan aku, dan akupun tidak menyia2kanya dengan melumat miss v punya adiku, terlihat sekali begitu bergairahnya adiku melakukanya, dan terlihat sangat menikmatinya, biasanya dia duduk di atas bak mandi dan aku duduk di kursi yang posiisinya lebih rendah dari kamar mandi hingga memudahkan aku untuk mempermainkan miss v milik adiku, akupun tidak mau melewatkan sensasi menelan cairan adiku, sekali lagi sangat luar biasa istriku pulang malam masih berlanjut, hingga pada suatu malam aku tidak bisa tidur dan merasa bergairah sekali, anak anak sudah terlelap tidur, aku lihat ratih sedang menonton tivi, akupun berjalan dengan kursi rodaku menghampirinya, ratih menoleh ke arahku dan mas, ko belum tidur?badanku pegel-pegel ratih, kamu mau memijit mas?Ratih pun menghampiriku dan memijit pundakuKita ke kamar kamu saja, mas mau sambil tiduranRatihpun mendorong kursi rodaku, menuju kamarnya, setelah aku di baringkan ratih mulai memijitku tanpa sungkan-sungkan ratih memijit seluruh badanku, aku dalam posisi telanjang badan, hanya memakai celana pendek tanpa cd seperti bukai celana mas dong!Sepertinya ratih mengerti arah mas, Ratih mau mengunci pintu kembali dari mengunci pintu diapun langsung membuka celanaku dan langsung mempermainkan barangku yang sudah tegang, dengan lembut dia mengulum burungku, tidak lama kemudaian ratih membuka baju, bra, dan celananya, terlihatlah tubuh indah adiku tanpa busana, kami berciuman mesra bagaikan sepasang suami istri posisiku di bawah dan ratih menindihku, setelah itu aku melumat buah dada adiku, desahan demi desahan terlontar dari mulut adiku yang semakin membuatku bergairah, kemudian kami merubah posisi menjadi 69, miss v adiku aku perlakukan dengan lembut menggunakan lidahku sampai saat ku hisap klitorisnya adiku menggelinjang menikamati permainanku, permainan adiku pun tidak kalah hebatnya di kulumnya dalam2 batang kemaluanku hingga mulutnya penuh, tak lama kemudian spermaku keluar dan kembali di telan adiku, sesat kami saling terdiam, tak lama kemudian adiku kembali mengocok kemaluanku meski saat itu masih belum tegang, dengan perlahan adiku berusaha membangunkan kemaluanku, hingga akhirnya kemaluanku berhasil tegang lagi, kami pun memulai permainan ronde kedua, saat kami sedang posisi 69 tiba-tiba adiku bangkit dan duduk di atas kemaluanku dia gesek2an miss v nya dengan mr p ku, rupanya dia sangat bergairah hingga dia berusaha memasukan batang kemaluanku kearah vaginanya, aku terkejut tapi merasakan sensasi yg luar biasa saat ujung kemaluanku baru masuk sedikit ke dalam lubang vaginanya, dia mendesah dan sedikit teriak, mungkin dia merasakan sakit hingga membatalkan untuk memasukanya lebih dalam, aku yang sudah di puncak birahi langsung menarik kembali pinggang adiku menekanya kebawah secara berulang-ulang hingga perlahan lahan masuklah seluruh batang kemaluanku menembus vaginanya, terasa sangat sempit sekali, dengan perlahan adiku menaik turunkan pinggangnya, dalam hatiku berkataah.. kenikmatan yang luar biasa kembali aku dapatkan dari adiku tercintaAdiku terus menggoyangkan bokongnya, terdengar rintihan2 keci keluar dari mulutnya, aku hanya bisa menikmatinya tanpa bisa mengimbangi permainan adiku yang sangat erotis, setelah 2 menit aku merasakan kemaluanku ingin meledak, dan keluarlah spermaku di dalam liang vagina adiku, tapi adiku trus menggoyangkan bokongnya, aku meraskan ngilu pada kemaluanku, rupanya dia belum orgasme dan ketika burungku sudah menciut baru dia mencabutnya, kembali aku merasa bersalah terhadap masmu RatihGa papa mas Ratih senang ko melakuknya, Ratih senang melihat mas bahagia, tapi masTapi kenapa Ratih?Tapi.. Ratih belum keluarOo. kalu begitu sini mas jilat ajaRatihpun menyodorkan vaginanya ke mulutku, aku terkejut melihat ada noda darah di kamu masih perawan?iya masratih belum pernah ml sama pacar ratih?Belum, lagian ratih sekarang sedang tidak punya pacar, dulu waktu punya pacar ratih jaga betul2 keprawanan Ratih, Ratih cuma mau menyerahkan keprawanan ratih sama orang yang seprti mas, ratih sangat mengidolakan laki2 seperti mas, tapi sejauh ini Ratih belum menemukanyaAkupun melanjutkan melumat vagina adiku meski ada sedikit noda darah aku tidak memperdulikanya, selang beberapa menit kemudan adiku mengejang, dan kurasakan vagina adiku banjir aku segera membersihkanya dengan lidahku, dan menelanya lemas terdiam, adiku masih bugil dan berbaring di sampingku sambil memelukumas sejak mas lumpuh Ratih sangat sedih sekali, apalagi melihat dari hari kehari mas tidak ada perubahan, sebenarnya ratih dari dulu mau ngomong cumin takut mas tersinggungMau ngomong apa Ratih?Menurutku mas terlalu malas untuk berlatih berjalan, dan melakukan sesuatu yang bisa melatih kaki mas supaya bisa normal kembaliEntahlah Ratih mas sudah merasa putus asa sekali kalu tidak mengingat kamu dan keponakan2muBangkitlah mas, ma situ masih muda masih bisa melanjutkan hidup normal, Ratih siap membantu untuk melatih mas berjalan atau melakuakan sesuatu yang bisa membuat mas normalBaiklah Ratih mulai besok mas akan berlatih, tapi kamu bantu mas ya!Nah gitu dong mas, Ratih siap membantu mas melatih semuanya sampai melatih itunya supaya ga cepet keluarRatih menunjuk batang kemalunku yang sedang tertidur, akupun tersenyum sambl mencubit hidungnya, dan Ratih memakaikan bajuku kembali setelah dia juga selesai memakai bajunya, Ratihpun mengantarku ke kamar anak2, sebelum meninggalkanku dia mengecup berlalu dengan telatenya Ratih melatihku berjalan, banyak motifasi2 yang dia lontarkan terhadapku berusaha membangkitkan gairah hidupku, aku merasakan nyaman sekali bila ada di sisi adiku, dia begitu dewasa sangat jauh dari dugaanku yang selalu mengnggap dia adalah si kecil yang lucu dan manja, hubungan ranjangpun terus berlanjut, Ratih memutuskan untuk suntik KB supaya tidak hamil, dia sudah bagaikan istriku, saat anak2 libur sekolah dia mengajaku jalan ke Mall bersama anak2ku, istriku tidak mencurigainya dia beranggapan itu hanyalah hubungan biasa antara kakak dan tahun ke 3 kondisiku mula pulih aku sudah bisa berjalan dengan tongkat, permainan sexku pun perlahan pulih hampir bisa seperti semula, sementara komunikasiku dengan istriku hanya lewat adiku, istriku kalau mau menyampaikan sesuatu lewat adiku. lalu aku memutuskan untuk buka usaha dengan membuka toko kecil di depan rumahku dengan bantuan adiku, semua modal dari istriku adikulah yang menyampaikan rencana kami untuk membuka toko, istrikupun usaha kami berjalan satu setengahtahun toko kami mengalami kemajuan hingga toko kami di perbesar, dan akupun sudah bisa berjalan normal meski terkadang masih terasa ada yang sakit di kakiku, adiku bercerita kalu dia sudah punya pacar dan akan segera menikah, pacarnya adalah teman masa sma dulu yang memang sudah lama naksir adiku, tapi adiku selalu menolaknya karena pemuda ituterlihat cupu, tapi setelah sekian lama tidak bertemu ternyata pemuda itu telah berubah menjadi lebih macho dan sudah menjadi sarjana, dia telah bekerja di sebuah perusahaan oil&gas swasta dengan posisi yang lumayan, aku bahagia akhirnya adiku telah menemukan jodohnya, dua bulan kemudian adiku menikah, akulah yang menjadi walinya, dan dia tinggal dengan suaminya masih di kota ini juga, sempat adiku mengatakan kalau aku tidak usah khawatir tentang hubungan ranjang kami karena suaminya sering bertugas keluar kota, adiku masih mau melayaniku kalau ada kesempatan, hubunganku dengan istriku berangsur membaik hanya sebatas berbicara mengingat banyaknya kesibukan menjelang pernikahan adiku mau tidak mau aku berkomunikasi dengan istriku, tapi kami tetap pisah bulan yang lalu istriku di pecat dari perusahaan tempatnya bekerja, alasanya dia tidak mau menceritakanya, hingga datang sahabatnya yang bernama Erni menemuiku aku sudah mengenalnya sejak kami pacaran, dia menceritakan kalau istriku di pecat karena terkena HIV, dia tertular dari pelangganya, sebenarnya selama ini dia bekerja cuma sebagai pegawai rendahan mengingat istriku memang cuma lulusan SMA, karna gajinya tidak dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga maka dia merangkap profesi sebagai wanita panggilan, Erni mengatakan kalau istriku sangat menyayangi keluargaku termasuk menyayangiku, tapi apa mau di kata mengingat aku tidak bisa melakukan apa-apa dia tidak tega untuk memaksaku mencari nafkah, istriku rela mengorbankan dirinya menjadi pelacur untk memenuhi semua kebutuhan rumah tangga dan biaya sekolah anak2, mengapa istriku tidak pernah memintaku mencerainya, karena dia mau selamanya keluarga ini utuh tanpa kekurangan seorangpun, dia tidak mau anak2nya mempunyai ayah tiri atau ibu tiri, dia ingin keluarga ini tetap bersatu, meski awalnya mengalami kekacauan di keluarga ini tapi dia berharap suatu saat bila semua uang sudah terkumpul dia akan berhenti menjadi wanita panggilan dan kembali kepadaku dengan harapan aku mau memaafkanya, mengenai laki2 yang di pergoki adiku dia adalah rekan kerja yang sekaligus sebagai perantara untuk mencari pelanggan2 untuk istrku, sama sekali istriku tidak mencintainya, sebenarnya Erni sudah mengetahui semuanya sejak istriku menjalani profesinya, istriku sering curhat kepada Erni sambil menangis, setelah istriku di vonis HIV dan di pecat dari perusahaanya, barulah istriku meminta tolong Erni untuk menceritakanya, karena dia tidak berani untuk bicarakan masalah ini kepadaku secara langsung, aku sangat terkejut dan shock mendengar semua yang sudah di ceritakan Erni sekarang Mas terserah mau berbuat apa, Susan sudah pasrah dia mau menerima konsekuensi apapun atasperbuatan dan kondisinya yang sekarangDan tak lama kemudian istriku muncul, dia hanya berdiri dengan mata berkaca2, aku terdiam memandangnya, dia menghampiriku dan memeluku sambil menangis sejadi2nya dan memohon maaf, aku tetap berdiri terdiam, aku bingung apa yang harus aku lakukan, haruskah aku memaafkanya, sedangkan mengingat dia pernah menjalani profesi pelacur saja aku jijik mendengarnya, tapi dia melakukan itu demi keluarga ini, demi aku, ah aku sangat bingung, ahirnya aku pun memeluknya dengan dingin, dengan masih perasaan bercampur aku mah.. aku memaafkanmuItulah kisahku sampai saat ini aku masih bingung apa yg harus aku lakukan, meski kelurga kami sudah kembali normal tapi dalam urusan sex aku masih menghindari bersetubuh dengan istriku meski tersedia kondompun aku tetap tidak mau melakukanya di samping rasanya yang kurang enak juga aku masih terbayang sudah berapa laki2 yang telah menyetubuhinya rasanya jijik sekali, kadang kalau menjelang tidur istriku sering menangis sendiri mungkin dia sedang menyesali perbuatanya, aku sering termenung haruskah aku membiarkan istriku saat sedang membutuhkan kehangatan, sedangkan adiku yang seharusnya aku lindungi malah aku setubuhi sampai sekarang.
SitusDewasa- Kumpulan Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Dewasa, Model Hot, Model Seksi, Tips, Trik Dan Info Dewasa, Hubungan Terlarangku dengan Mama Nama saya Anton umurku 18 tahun tinggi badanku 178 cm dengan badan ideal dan atletis. Aku anak dari keluarga yang berkecukupan. Aku punya adik bernama Vivi yang berusia 16 tahun. Sekarang aku duduk di salah satu SMA negeri di Bandung Aku di kelas 12 dan adikku kelas 10. Support By- Walaupun adikku baru berusia 16 tahun tapi dia sudah sangat cantik dan seksi karena Mama sering mengajarinya berdandan, kadang adikku suka menemani Mama ke salon. Mamaku masih berusia 38 tahun masih cantik dan seksi tingginya sekitar 165 cm dengan berat badan yang ideal. Papa berusia 40 masih gagah. Karena mereka berasal dari keluarga yang berkecukupan sehingga mereka tidak takut untuk nikah muda. Sampai sekarang walaupun sudah lama menikah mereka tetap awet muda. Mama sering tinggal di rumah sedangkan Papa adalah orang yang sibuk dengan bisnisnya. Kami tinggal di rumah yang cukup besar di sebuah perumahan mewah di Bandung. Ada 5 kamar, dua kamar di bawah dan 3 kamar lagi di lantai 2. Kamar Adikku berada di atas bersebelahan dengan kamar tamu. Sedangkan kamarku berada di bawah, tapi berada sedikit jauh dari kamar Mama, karena terhalang oleh ruang tengah. Kamar Mama dan kamar tamu memiliki kamar mandi masing-masing. Hubungan Terlarangku dengan Mama Belakangan ini hubungan Mama dan Papa sedikit merenggang mereka sudah tak lagi tidur sekamar. Papa yang sibuk dengan bisnisnya sering pulang malam dan tidur di kamar tamu yang bersebelahan kamar adikku. Mama sering tidur sendiri di kamarnya dan kadang tidur bareng dengan adikku jika Papa tidur di kamar Mama. Hubungan aku dan kedua orang tuaku jadi sedikit renggang. Adikku memang masih dekat dengan Mama, tapi dia semakin jauh dengan Papa. Sebenarnya aku sudah resah dengan keadaan ini aku takut kerenggangan ini terus berlanjut hingga orang tuaku bercerai. Walaupun ini tidak mengganggu kegiatan sekolahku dan Adikku tetap saja aku khawatir. Suatu hari teman-temanku mengajak keluar malam nanti jam 8 untuk merayakan ultah salah satu temanku di sekolah. Jika pergi ke luar biasanya aku suka memakai parfum Papa yang selalu di simpan di lemari di kamarnya kamar Mama. Sore harinya aku pergi ke kamar Mama aku melihat tidak ada orang di sana tapi laptop Mama masih menyala, mungkin Mama lagi di kamar mandi. Dengan langkah yang hati-hati aku menuju lemari baju Papa dan Mama. Lemarinya berukuran sangat besar sehingga memungkinkan seseorang untuk bersembunyi di dalamnya. Hubungan Terlarangku dengan Mama Aku perlahan-lahan membuka lemarinya untuk mencari parfum Papa dan tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka aku kaget dan langsung bersembunyi di dalam lemari. Lemari ini memiliki pintu yang terbuat dari kayu yang dihimpit-himpit miring sehingga aku bisa melihat dengan jelas melalui celah kayu tersebut. Mama keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai celana dalam dan BH. Aku kaget, baru kali ini aku melihat Mama telanjang, dadanya Mama terbilang biasa, tidak besar ataupula kecil tapi sangat seksi dan masih terlindung oleh BH-nya. Mama duduk di samping ranjang kedian mengambil sesuatu dari lemari kecil di pinggir tempat tidur. Mama mengambil sebuah dildo berukuran sedang yang tidak lebih besar dari penisku klo sedang tegang. Mama menurunkan CD-nya dan melepaskan BH-nya lalu terlentang di kamar tidur, baru kali ini aku melihat perempuan telanjang bulat seperti ini. Mama memutar sebuah film porno di laptopnya. Kemudian Mama membuka selangkangannya dan menyelipkan sebuah bantal kecil tepat di bawah pantatnya hingga vaginanya sedikit terangkat. Perlahan demi perlahan Mama memasukan dildo itu ke dalam vaginanya kemudian mengocoknya secara perlahan. Hubungan Terlarangku dengan Mama “Ahhh…..ahh…. uhhhhh….” Mama mengerang seirama dengan kocokan dildonya. Tangan satunya lagi meremas-remas dadanya yang seksi. Melihat kejadian ini aku sudah terangsang penisku sangat tegang dan tanpa kusadari aku mulai mengocok-ngocok penisku di dalam celanaku. “Ahhh….ahhh…” dan tanpa aku sadari aku mengerang cukup keras dan kedengaran oleh Mama. “Siapa itu?” Mama menghentikan kocokan dildonya, berjalan ke arah lemari. “Siapa di dalam?”…. “Papa?” ….”Ngapain Papa di dalam lemari?”. “Pa?…. kok jam segini udah pulang?” Mama terus bicara sambil mendekati lemari. Aku kaget dan tak tahu apa yang harus aku lakukan. “Ini Anton ma” aku menjawab secara perlahan. “Anton ngapain kamu di dalam?” Mama kemudian membuka pintu lemari. “Kamu ngapain di dalam?” aku hanya bisa tertunduk malu di depan Mamaku yang sedang telanjang. “A..anu… mau ngambil parfun Papa, dan tiba-tiba Mama datang, langsung sembunyi di dalam lemari”. “Kamu mau ngambil parfum Papa kenapa sembunyi-sembunyi, Mama ga marah, ayo keluar” Kemudian aku keluar dari lemari sembari menutupi bagian penis yang masih tegang. Hubungan Terlarangku dengan Mama “Kamu tadi liat Mama ya?” “Iya ma, maafin anton ya, anton janji ga akan ngulanginya lagi” “Sudah, ayo keluar, itu nya jangan di pegangin donk” sambil melihat ke bagian penisku. “Maafin anton ya ma” “Sudah gak apa apa” lalu memelukku, penisku nempel diperutnya membuat penisku makin tegang. “Anton, itu punya kamu?” “Punya mu sudah gede ya, sini biar Mama liat” mema bertanya dengan penasaran apa yang menempel di perutnya. Hubungan Terlarangku dengan Mama “Tapi ma…….” “Ayo ga usah malu, aku ini Mamamu, sini biar Mama liat”.Kemudian Mama berjongkok mengeluarkan penisku yang sudah tegang tak tertahankan. “Sudah berapa lama tegang seperti ini?, kasihan klo ga di keluarin” “Dari tadi ma” “Mama keluarin ya biar ga tegang lagi”. Kemudian Mama mengocok perlahan penisku, Mama malah memasukan penisku ke mulutnya. Perlahan-lahan aku merasakan nikmat yang luar biasa, untuk pertama kalinya penisku dinikmati oleh perempuan, dan itu pun adalah Mamaku. Sedotan demi sedotan aku rasakan semakin nikmat di penisku. Hubungan Terlarangku dengan Mama Kumpulan Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Dewasa, Model Hot, Model Seksi, Tips, Trik Dan Info Dewasa, Hubungan Terlarangku dengan Mama “Enakkk maa,, terus…., terus,,” nada ku sedikit mengerang. “Kalau kamu mau, boleh sambil peras-peras susu Mama”. tanpa pikir aku mulai memeras susu Mama. “Ton, di ranjang yuk, kalau sambil berdiri gini ga bebas ngulumnya”. Lalu Mama mengajakku ke atas tempat tidurnya,aku terlentang di atas tempat tidur Mama terus mengkulum penisku dengan bibirnya yang seksi sambil terus ku remas-remas susunya. Beberapa menit berlalu. “Ma anton mau keluar” “Keluarin aja di mulut Mama, jangan malu” “Iya ma”….. ahhhhhh…….ahhhhhh,….anton keluar…..” aku mengeluarkan spermaku di dalam mulut Mama dan Mama terus menghisapnya sampe tidak ada sperma yang keluar dari mulutnya, “Wah sperma kamu banyak juga ya ton, Mama jadi ketagihan”. “Ma maafin anton ya” aku berbaring di pinggir Mama, kemudian kita ngobrol dengan tetap telanjang. Mama curhat tentang masalahnya dengan Papa, sudah lebih dari enam bulan Mama tidak berhubungan badan dengan Papa. Mama selalu melampiaskan nafsu seksnya dengan dildo, walaupun demikian Mama selalu minum pil KB sebagai antisipasi jika sewaktu-waktu Papa ingin menyetubuhi Mama. Sekitar sepuluh menit kita ngombrol omongan Mama semakin panas. Dengan sedikit berbisik Mama bicara. Hubungan Terlarangku dengan Mama “Ton kamu mau puasin Mama ga?” “maksud Mama?. “ayo ton jilatin puting Mama, dari tadi Mama udah ga tahan pengen di jilatin.” Pikirku rasanya egois klo tidak muasin Mama juga, tanpa pikir lagi aku langsung menjilati puting Mama kiri dan kanan bergantian aku jilati sembari memainkan tangan kananku di vagina Mama. “Awwww…Anton kamu nakal juga ya” ucap Mama ketika jariku bergerayam di vaginanya. Kemudian aku turunkan jilatanku ke vagina Mama, “Anton kamu pintar banget, belajar dari mana sayang? Sering nonton ya?” “Iya ma biasa sama anak-anak” “Gak apa-apa asal kamu jangan jajan sembarangan” Aku melanjutkan permainanku di vagina Mama. Melihat ekspresi Mama yang terangsang akupun kembali mulai terangsang, penisku perlahan-lahan mulai naik dan bergerak bebas di kaki dan paha Mama. Hubungan Terlarangku dengan Mama “Sayang penis kamu udah naik lagi ya, Mama udah ga tahan masukin aja punyamu ke vagina Mama”. “Beneran ma?” “Iya sayang, sini biar Mama hisap dulu penis kamu” Mama memintaku untuk memasukan penisku di mulutnya lagi. Bibir seksi Mama dan lidah Mama yang bermain di kepala penisku membuat penisku semakin tegang. “Anton, sekarang kamu masukin punyamu” Mama membimbingnya ke vagina Mama. “Jangan takut, Mama kan suka minum pil KB, Mama ga akan hamil ko”. Aku arahkan penisku ke lubang vagina Mama, lubang tempat dulu aku lahir. Posisi Mama terlentang dan selangkangannya terbuka, Mama menyelipkan bantal kecil di bawah pantatnya sehingga Vaginanya sedikit terangkat, kemudian tangan Mama membimbing penisku sampai di bibir vaginanya. Aku merasakan hangat sekali di kepala penisku. Hubungan Terlarangku dengan Mama “Sayang, sekarang kamu tekan perlahan “ perlahan aku menekannya sampai kepala penisku masuk. “Ahhh sayang, punya kamu gede dan enak, terus tekan”. Terasa hangat, basah dan enak sekali. Aku melanjutkan sampai seluruh batang penisku amblas di telan Vagina Mama. “Tahan dulu sayang, biarkan vagina Mama terbiasa dulu dengan penis kamu” akupun membiarkan penisku tertancap di dalam vagina Mama yang sangat basah. “Sekarang kamu kocok perlahan” aku pun mengocoknya secara perlahan “Gimana enak kan” “enak banget ma baru kali ini anton menyetubuhi perempuan”. “Sayang, ini namanya ngentot, teruskan genjotanya sampe Mama puas” “Terus kocok sampe Mama puas sayang”, “Ahhhhh……ahhhhhh” Mama terus mengerang kenikmatan, aku terus mengocok penisku. Sekitar 10 menit berlalu, mama mengerang semakin keras. “Ton Mama udah mau nyampe, ahhhh…. udah gak tahan sayang”, “ahhhhhh……ahhhhh….sayang…..enakkk…. .” Mama orgasme dengan sangat hebat, membuat vagina Mama semakin basah. Hubungan Terlarangku dengan Mama Dinding vaginanya berkendut-kendut dan membuat cengkramannya semakin sempit di penisku. “Terus sayang, lanjutkan Mama puas banget udah lama Mama ga sepuas ini” Aku terus melanjutkan kocokanku cukup lama sampe aku merasa ada yang ingin keluar dari ujung penisku, aku tidak menyangka aku bisa bertahan sejauh ini. Aku terus mempercepat kocokanku, dan mengerang. “Ton, kamu udah mau keluar ya?” mama bertanya sambil tangannya membelai-belai kepalaku “Iya ma, anton mau keluar” “Keluarin di dalem sayang, Mama juga udah mau keluar lagi” Aku semakin dalam menancapkan penisku dan terus mengocoknya” “Ahhhh,,,anton keluar maaaaaa,,, ahhhhhh….“ “Crootttt…..crrroottttt…..” semua sperma ku tembakkan ke dalam rahim Mama, terasa enak banget rasanya mengeluarkan sperma di dalam vagina yang dulu pernah melahirkanku. Sampai tetesan terakhir aku tak henti mengcocok vagina Mama, ketika sperma ku mulai habis Mama pun berteriak. Hubungan Terlarangku dengan Mama “Anton Mama juga enak,,,,,,ahhhhh,,,ahhhhhh enak….sayang….Mama sampe….” Mama orgasme hebat untuk kedua kalinya, setelah itu aku terbaring lemas di dada Mama yang seksi. “Ma klo anton mau lagi boleh kan? Aku meminta dengan lirih. “Boleh sayang asal Papa dan adikmu tidak tahu”. Mama menjawab dengan lembut “Iya ma ini akan jadi rahasia kita”. Sejak saat itu aku terus menyetubuhi Mama, di kamar, di dapur di ruang tengah, bahkan di kamar mandi sepanjang di rumah tidak ada siapa-siapa aku selalu menyetubuhi Mama. Aku juga tidak perlu khawatir membuat Hamil karena Mama selalu minum pil KB. Hubungan Terlarangku dengan Mama Kumpulan Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Dewasa Terbaru, Cerita Dewasa, Model Hot, Model Seksi, Tips, Trik Dan Info Dewasa, Hubungan Terlarangku dengan Mama By-SitusDewasa
cerita dewasa hubungan sedarah