CerpenSedih Bikin Nangis Tentang Keluarga Gambaran from belajarbahasa.github.io. Mah,th aku brangkat yh *minum susu* mmh iqbaal: Aku suka jika hujan turun. Berikut ini merupakan kumpulan cerpen sedih terbaru karya para sahabat cerpenmu yang telah diterbitkan, total diketemukan sebanyak 2485 cerita pendek untuk kategori ini.
Dalamkisa tentang keluarga miskin yang dipublikasikan blog fiksi menceritakan tentang seorang ibu yang pergi mencari makan, namun setelah pulang ke rumah anaknya meninggal. Untuk lebih jelasnya cerita keluarga sedih disimak saja cermin berjudul redup, dibawah ini. Cermin: Redup Athor: Azizah Zee "Bang, jaga adik ya.
Genre Drama, Komedi. Untuk kamu yang belum tau, Netflix baru saja merilis film sedih ini pada bulan Juni 2021 dan mendapatkan review yang baik dari penontonnya. Kita mengikuti perjalanan Ali (Iqbal Ramadhan) yang mencari ibunya di New York setelah ayahnya meninggal. Ibu dari Ali sudah meninggalkan keluarganya sejak ia kecil sehingga Ali tidak
Yaitutentang perasaan patah hati dan kecewa yang mendera. Cerpen itu menceritakan tentang seorang anak yang berprestasi dan mempunyai orang tua yang baik. Kata-kata mutiara perpisahan penuh makna. 16 Menyentuh Hati Bikin Nangis Kata Kata Sedih Kehidupan Keluarga Mikeherberts. 24 Kata Kehidupan Singkat Bermakna. Kata kata sedih via daleelpk.
Berikutini merupakan kumpulan Cerpen Keluarga terbaru karya para sahabat cerpenmu yang telah diterbitkan, total diketemukan sebanyak 3359 cerita pendek untuk kategori ini. Cerpen Cinta Sedih (2,490) Cerpen Cinta Segitiga (975) Cerpen Cinta Sejati (166) Cerpen Covid 19 (Corona) (34) Cerpen Dongeng (Cerita Rakyat) (154)
KumpulanCerpen Sedih terbaru hasil karya para sahabat cerpenmu, Puluhan ribu cerita pendek cerpen telah diterbitkan disini! Cerpen mu. Cerpen Keluarga (3,352) Cerpen Kisah Nyata (474) Cerpen Korea (295) Cerpen Kristen (55) Cerpen Liburan (172) Cerpen Lingkungan (156) Cerpen Lucu (Humor) (620)
XT92F2. Bingkai Nasional - Ada beberapa judul film sedih tentang keluarga Indonesia terbaik yang bisa kamu tonton di akhir pekan atau waktu luang. Beberapa deretan film Indonesia ini memiliki alur cerita yang sangat bagus dan tentunya bisa mengaduk-aduk emosi penonton hingga meneteskan air mata. Film sedih tentang keluarga Indonesia di bawah ini adalah film yang sedang tayang di bioskop maupun yang sedang tayang di situs layanan video streaming seperti Netflix. Yuk simak rekomendasi film sedih tentang keluarga Indonesia terbaik Baca Juga Review Miracle In Cell No 7 Indonesia Film Remake Yang Bisa Bikin Nangis 1. Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini Poster film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini. IMDb Rekomendasi Film Sedih Tentang Keluarga Indonesia yang pertama adalah Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini. Film ini merupakan adaptasi dari buku kumpulan quotes karya Marchella Mengisahkan sebuah keluarga yang terdiri dari tiga kakak beradik, dengan berbagai konflik keluarga yang relate untuk beberapa orang. Emosi kamu akan teraduk-aduk kala kakak beradik ini mengungkapkan trauma dan rahasia keluarga yang selama ini tersembunyi. 2. Keluarga Cemara Poster film Keluarga Cemara 2 Selanjutnya ada Keluarga Cemara yang diangkat dari serial TV pada tahun 90'an. Berkisah tentang keluarga yang harus pindah ke desa terpencil karena bangkrut, kamu akan teraduk-aduk emosinya melalui konflik yang terjadi. Terkini
Informasi yang saat ini sedang anda cari yaitu Cerpen Sedih Bikin Nangis Tentang Keluarga. Dibawah ini telah kami sajikan artikel yang berkaitan dengan Cerpen Sedih Bikin Nangis Tentang Keluarga sebagai salah satu referensi anda. merupakan sebuah situs yang memberikan informasi mengenai Kumpulan Kata Kata Mutiara, Kata Kata Bijak, Kata Kata Motivasi, Kata Kata Cinta, Kata Kata,Kata Kata Lucu, Kata Indah, Ucapan selamat tahun Baru, Puisi, Kata Kata Romantis Tahun Ini. Pada halaman ini telah disediakan beberapa artikel yang berhubungan dengan kata kunci yang saat ini sedang anda cari, serta pada halaman ini juga terdapat beberapa iklan yang telah kami siapkan untuk menunjang agar website ini dapat terus berjalan. Dibawah ini telah kami tampilkan 461 artikel yang berkaitan dengan kata kunci yang anda cari yaitu Cerpen Sedih Bikin Nangis Tentang Keluarga Kata Kata Bijak Keluarga Bahagia Terbaru Kata Kata Bijak Keluarga Bahagia Terbaru – Semua orang pasti ingin memiliki keluarga yang Bahagia. Salah satu kunci yang sangat penting dalam mewujudkan keluarga yang bahagia dan harmonis... Diposting Pada Kategory Kata Kata Bahagia, Kata Kata Bijak Tanggal Update 16 January, 2023 Cerpen Dengan Tema Persahabatan “Aku,Kamu,dan kita selamanya “ ...pacar, kata sedih kehidupan keluarga, cerpen non fiksi persahabatan, puisi sahabat yang hilang, contoh cerpen alur mundur tentang persahabatan, kata kata mutiara silet, status mendung, cerpen dijodohkan dengan... Diposting Pada Kategory Cerpen Persahabatan Tanggal Update 8 January, 2023 CERPEN TERBARU TENTANG KELUARGA YANG BERJUDUL AYAH ATAU MAMA Cerpen Terbaru Cerpen terbaru yang akan saya bahas pada kali ini adalah cerpen yang menceritakan sebuah keluarga. cerpen memang bisa di buat dalam apapun temanya, termasuk dalam... Diposting Pada Kategory Cerpen, Cerpen Islami Tanggal Update 8 January, 2023 Kumpulan Puisi Sedih Tentang Ibu Tersayang Dan Mengharukan Keren Terbaru Puisi Sedih Tentang Ibu Ibu adalah orang yang selalu membarikan nasihat pada kita. tak ayal terkadang nasihat ibu selalu buat kita bersedih dan menangis. kata-kata yang terlontar... Diposting Pada Kategory Puisi Untuk Ayah, Puisi Untuk Ibu Tanggal Update 12 January, 2023 Cerpen cinta Terbaru Yang Sangat Mengahrukan Dan Bisa Bikin Nangis Yang Baca Cerpen Cinta, Memang rasanya saya selama ini jarang mempedulikan tentang cerpen. Namun pada kesempatan kali ini saya akan kembali berbagi cerpen kembali, setelah selang beberapa waktu yang cukup... Diposting Pada Kategory Cerpen, Cerpen Cinta, Cerpen Drama Tanggal Update 15 May, 2023 Kata kata motivasi tentang kekuatan cinta ...antara lain. Kata kata mutiara tentang kekuatan cinta Kata kata bijak tentang kekuatan cinta Kata kata motivasi tentang kekuatan cinta Kata kata rindu tentang kekuatan cinta Bagaimana pesan... Diposting Pada Kategory Kata-kata-bijak, Kata-kata-motivasi Tanggal Update 3 May, 2023 Cerpen Cinta Sedih Super Romantis Nangis Banget ...maupun persahabatan yang sejati. Melalui cerpen cinta sedih bikin nangis, sejatinya para remaja sering mengungkapkan pada sosial media. Berharap pujaan hatinya mengetahui isi hatinya, dan menghargai setiap pengorbanan... Diposting Pada Kategory Cerpen Tanggal Update 17 March, 2023 Cerpen Cinta Romantis Terbaru Karya Sherly Dengan Judul Hanabi ...tapi kali ini sedikit berbeda karena yang kita bahas kali ini cerpen cinta tapi yang romantis. Apa bedanya cerpen cinta aja sama cerpen cinta yang romantis kalo cerpen... Diposting Pada Kategory Cerpen Cinta, Cerpen Drama Tanggal Update 30 December, 2022 CERPEN PERSAHABATAN “SELAMAT TINGGAL SAHABATKU” SEDIH BANGET….!! Cerpen persahabatan Cerpen memang bisa di buat dengan tema apa saja termasuk dengan tema persahabatan. Cerpen dengan tema ini memang menjadi salah satu favorit remaja dalam membuat... Diposting Pada Kategory Cerpen, Cerpen Persahabatan Tanggal Update 9 January, 2023 Cerpen Dengan tema persahabatan yang berjudul memaafkan Cerpen Persahabatan Cerpen persahabatan ini adalah sebuah cerpen dengan tema persahabatan yang biasanya menceritakan sebuah kisah tentanh suatu hubungan persahabatan. Cerpen persahabatan sendiri punya macam-macam jenis ada... Diposting Pada Kategory Cerpen Persahabatan Tanggal Update 7 January, 2023
3 menitCerpen tentang keluarga bisa menjadi tema yang menarik sebab mengisahkan berbagai hal yang dekat dengan kehidupan banyak orang. Berikut beberapa contohnya. Cerita pendek atau cerpen merupakan karya sastra yang digemari banyak orang. Terlebih, cerpen juga diajarkan di bangku sekolah. Di antara berbagai topik yang bisa diangkat jadi cerpen, cerpen tentang keluarga menarik untuk dibuat. Alasannya karena cerpen tentang keluarga dekat dengan kehidupan banyak orang dan ada banyak alternatif konflik yang bisa diangkat. Nah, sebagai gambaran, artikel ini akan menyuguhkan contoh cerpen tentang keluarga yang singkat. Mungkin beberapa cerpen berikut dapat menjadi rujukan untuk tugas sekolah atau sekadar belajar menulis. Simak baik-baik, ya! 1. Cerpen tentang Keluarga dengan Judul Waktu yang Berharga Bersama Ayah Tak seperti ayah pada umumnya, aku hanya bisa bertemu ayah satu bulan satu kali. Kalau pun bertemu waktunya sangat singkat, bisa tiga atau empat hari. Paling lama mungkin sekitar satu minggu ayah bisa diam di rumah. Ayahku adalah seorang pelaut yang waktunya dihabiskan di tengah samudra. Ketika masih kecil aku tidak mengerti, kenapa ayah tidak bisa pulang setiap hari seperti ayah teman-temanku. Namun lambat laun, aku kini paham jika pekerjaan seorang pelaut memaksa ayah untuk tidak pulang setiap hari. Setiap momen kedatangan ayah pulang, aku sangat senang dan menyambutnya dengan sukacita. Aku bisa dibawa ayah bermain mengelilingi kompleks perumahan subsidi atau pergi ke pusat perbelanjaan menghabiskan waktu. Di sisi lain, waktu menjelang ayah pergi untuk melaut menjadi momen paling berat. Sebab di waktu itulah ayah pergi bekerja berbulan-bulan, terkadang tak bisa memberi kabar. Terkadang aku marah dan mengunci kamar setiap kali ayah hendak pergi lagi bekerja. Ayah dan ibu pun mencoba membujuk aku untuk keluar supaya bisa berpamitan. Egoku masih tinggi sehingga aku tak mau keluar, justru menangis karena tak mau ayah pergi. Tetapi kebiasaan buruk itu lambat laun sudah mulai hilang. Aku sudah agak dewasa dan mencoba tegar untuk melihat ayah pergi melaut kembali. “Sabar ya nak, ayah mungkin tak lama lagi bekerja di kapal. Ayah tak mau meninggalkan keluarga lama-lama,” ungkap Ayah. Ucapan di atas beberapa bulan terakhir sering ia lontarkan ketika hendak pergi bekerja. Tampaknya ayah pun mulai bosan dan tak tenang meninggalkan keluarga lama-lama. Selain karena aku yang mulai tumbuh dewasa, ibu pun butuh perhatian lebih. Aku pun hanya mengangguk seraya berharap keinginan ayah bisa terkabul secepatnya. Sore itu, aku berada di teras untuk melepas ayah pergi. Bersama ibu, aku melihat ayah naik mobil untuk bekerja di laut demi anak istrinya. Kembali aku berharap, semoga ayah bisa pulang secepatnya dan benar-benar bisa terus dekat dengan keluarganya. 2. Cerpen Sedih Bikin Nangis tentang Keluarga Hidupku bisa dikatakan sangat pas-pasan karena uang yang kami punya mungkin hanya cukup untuk makan sehari-hari. Namun tak mengapa, aku sangat bersyukur karena masih banyak orang-orang yang jangankan memenuhi kebutuhan sehari-hari, makan saja terkadang tidak punya. Apalagi ayah, ibu, dan kedua saudaraku begitu baik. Keluarga kami sangat harmonis dan hangat. Ibu dan ayah adalah petani yang mengurus kebun milik orang lain. Sementara kedua saudara dan aku sibuk sekolah. Setelah sekolah aku dan kedua saudara sering membantu ayah dan ibu agar pekerjaan mereka cepat beres. Setiap malam selepas magrib merupakan momen yang ditunggu karena aku dan keluarga bisa makan malam. Jika sedang ada uang, ibu membelikan daging ayam. Di waktu itulah aku sangat menikmati hidup dan sangat bersyukur. Tetapi seringnya, lauk pauk yang dihidangkan ibu adalah tahu tempe karena memang uang yang tidak cukup. Hidup serba kekurangan tak membuat keluarga kami punya mental meminta-minta atau utang sana-sini. Ayah terkadang rela bekerja ekstra di luar berkebun demi memenuhi kebutuhan keluarga. Ibu pun demikian, ia sering menjadi buruh cuci para tetangga untuk menambah penghasilan. Kehebatan orang tuaku benar-benar tak bisa diragukan, mereka sering membiarkan anak mereka makan terlebih dulu supaya kenyang. Sisa nasi dan lauk pauk, barulah mereka makan. Aku dan kedua kakakku sering sedih melihat keadaan keluarga yang serba kekurangan. Namun, ayah dan ibu terlihat sering tegar jika melihat kami murung. Uniknya walau kami pas-pasan dan tak punya uang lebih, di setiap subuh ayah sering menyaku uang hasil ia bekerja. Tetapi uang itu tak dibelikan apa pun. Aku pernah bertanya kepada ayah. “Uang itu dibelanjain apa, yah?” tanyaku. “Sedekah subuh, nak,” jawabnya singkat sambil tersenyum. Ayah lalu menjelaskan, jika sedekah subuh mempunyai banyak manfaat, salah satunya dilancarkan rezeki. Bagi ayah, kita bisa hidup sehat dan makan setiap hari adalah rezeki besar dari Tuhan. “Apa pun keadaannya, sesempit apa pun hidup kita, bersedekahlah, hal itu akan membuat hidup kita menjadi lapang,” ayah pernah berkata demikian. Hal itu benar adanya. Meski hidup pas-pasan, tapi keluarga kami hidup damai dan tenang. Mungkin itulah rezeki yang Tuhan beri, yaitu berupa hidup dengan penuh ketenangan. “Percayalah, selalu ada rezeki yang terbuka jika kita bisa membantu sesama,” ungkap ayahku. 3. Contoh Cerpen tentang Keluarga yang Singkat dan Menarik Sumber *** Itulah beberapa contoh cerpen tentang keluarga yang singkat. Semoga bermanfaat, Property People. Baca artikel menarik lainnya di Pantau Google News dari Berita Indonesia untuk mendapatkan informasi terbaru. Grand Dahlia Cluster Depok bisa menjadi pilihan tepat jika kamu sedang berburu rumah di dekat Jakarta dengan harga terjangkau. Informasi lebih lengkap, kunjungi dan karena kami selalu AdaBuatKamu. Cek sekarang juga!
Cahaya bulan bersembunyi di balik hati adalah Cerpen naratif sedih mengharukan dan sangat menyentuh hati tentang persahabat dua anak yang sangat kuat sampai mereka bersatu dalam satu tentang kehidupan sehari hari antara Nuri yang mengidap Hepatitis akut yang memerlukan donor hati secepatnya dan juga Bulan yang merupakan anak disabilitas yang lumpuh dan Cerpen sedih mengharukan dan sangat menyentuh hati tentang persahabatan anak terjadi ketegangan antara keluarga Nuri dan keluarga Bulan yang menguji keteguhan persahabatan lebih jelasnya cerita sedih bikin nangis tentang dua anak sahabat disimak saja cerpen sedih yang menyentuh hati dan mengharukan tentang penyakit berikut BULAN BERSEMBUNYI DI BALIK HATI Author Zaidan Akbar"Bagaimana kondisi Nuri, anak kami, dok?" tanya seorang pria berdasi bersama istrinya yang dari tadi terlihat begitu cemas."Begini, Pak Fadli! kondisi Nuri semakin lama akan semakin melemah, artinya kita harus lakukan secepatnya operasi transplantasi hati, tapi kita belum menemukan pendonor buat Nuri," papar dokter itu pada Fadli."Dokter, lakukan yang terbaik pada anak kami, berapapun besar biayanya itu tak masalah," pinta Fadli."Bapak dan Ibu berdoa saja, insyaallah akan ada jalan terbaik buat Nuri," ujar dokter Yudha."Terimakasih banyak, dok!" ucap Fadli pada dokter Yudha."Baiklah Pak Fadli, Bu Ida saya permisi dulu," kata dokter itu sembari meninggalkan Fadli dan Nuri masih terbaring di ranjang pesakitan. Anak perempuan berusia lima belas tahun itu, sudah terlalu sering keluar masuk Rumah Sakit medis, selang oksigen dan sebotol cairan infus seakan ikut berjuang membantu Nuri dalam melawan penyakitnya hati yang diidap Nuri, membuat kesehatan Nuri yang kian hari kian terus saja kondisi Nuri ini sangat mengkhawatirkan kedua orang tuanya. Sebagai orang tua, Fadli dan Ida terus berharap agar Tuhan secepatnya mengirimkan malaikat pendonor hati supaya operasi dapat segera seminggu Nuri di Rumah Sakit. Hari ini Nuri telah merasa sedikit lebih baik dan dokter pun sudah mengijinkan Nuri untuk pulang ke Nuri begitu megah, namun Nuri tetap merasa kesepian di situ. Kesibukan kedua orangtuanya membuat Nuri selalu dibelenggu sunyi, sendiri dan tiada teman berbagi berprofesi sebagai seorang manajer perusahaan dan begitu pula dengan Ida yang sedang mengembangkan usaha butik miliknya yang ia geluti sejak lama bahkan jauh sebelum ia menjadi kota bisnis yang menjanjikan buat Fadli dan Ida dalam meniti karir mereka, namun ambisi Fadli dan Ida ternyata menyeret keduanya menjadi bagian dari masyarakat urban yang mereka sibuk dengan urusan pekerjaan dan pekerjaan saja, hingga kedua orang tua ini tak punya waktu banyak untuk menemani Nuri dalam mengisi hari-harinya yang sepi ini, Nuri hanya diurus oleh seorang pembantu, tapi kali ini seperti kesunyian ini semakin pekat terasa di benak Nuri sebab Bi Ijah 'Si Pembantu' itu tak lagi bekerja di rumah mereka sejak seminggu yang Fadli mulai memahami kondisi anaknya itu. Makanya pada libur sekolah tahun ini, Fadli dan keluarga memutuskan untuk berlibur ke kampung halaman Fadli yaitu di Sei Berombang, sebuah perkampungan pesisir di mana dulu Fadli pernah lahirkan di dua puluh tahun lamanya, Fadli tak pernah kembali ke tanah kelahirannya itu. Hal ini karena memang Fadli adalah seorang yatim sebatang kara yang penuh kepahitan ini, memaksa Fadli harus merantau dan berkelana. Sampai pada puncaknya Fadli menemukan Ida sebagai tambatan hati yang dinikahinya delapan belas tahun Fadli kali ini, selain bertujuan untuk berziarah ke makam ayah dan ibunya, Fadli juga ingin memberikan suasana baru buat Nuri, setidaknya dalam beberapa hari ini, Fadli dan Ida dapat menghabiskan waktu bersama anak semata wayang beberapa hari di Sei Berombang, Fadli dan keluarga tinggal di rumah sahabat baiknya yaitu Tamrin. Dulu Fadli dan Tamrin merupakan teman dekat, teman yang saling memahami antara satu dan yang Nuri terasa bahagia. Kebersamaan Nuri berserta ayah dan ibunya telah berhasil mengukir senyum di bibir gadis kecil suatu ketika, Nuri diajak berbelanja oleh ibunya di sebuah pasar tradisional. Berbagai kebutuhan rumah tangga ada di sela kebisingan suara pasar, tanpa sengaja Nuri melihat seorang Ibu tak seberapa tua sedang berjalan kaki sambil mengendong seorang bocah perempuan. Bocah itu kita kira seumuran dengan bola mata Nuri terus saja lekat menyoroti Ibu dan anak itu. Nuri meninggalkan ibunya yang tengah sibuk memilih-milih barang yang hendak mereka beli. Nuri pun berjalan menghampiri apa yang ia lihat dari semakin mendekat, ternyata ibu yang dilihat Nuri ini adalah seorang pedagang sapu lidi. Terdapat empat ikat sapu lidi yang ia jajakan di situ. Sedangkan anak perempuan yang ibu gendong tersebut sepertinya kondisi bocah perempuan itu lumpuh dan buta."Ada apa nak? mau beli sapu lidi ibu?" tanya Ibu perempuan itu pada hanya menggelengkan kepalanya. Kemudian ibu pedagang sapu lidi itu hanya tersenyum saja melihat Nuri."Siapa Bu? pembeli ya? tanya bocah buta dan lumpuh itu pada Ibunya."Ibu! kalau dagangan kita habis terjual, maka hari ini kita akan beli beras kan Bu, hari ini kita tak akan makan ubi lagi, iya kan Bu?" bocah cacat itu melanjutkan pertanyaannya."Ibunya hanya diam, matanya sedikit bergenang air. Ia hanya mengelus-elus kepala anaknya yang bertanya Nuri merasa iba pada ibu dan anak ini. Nuri merogoh kantongnya sambil bertanya."Bu, seikat sapu lidinya berapa sih Bu?""Tujuh ribu," sambut anak buta dan lumpuh itu menjawab pertanyaan Nuri"Kalau begitu, saya beli semua, empat ikat sapu lidi ini," ujar Nuri sembari menyerahkan selembar uang lima puluh ribuan."Tak ada uang kembalian nak!" ucap ibu pedagang itu."Tak usah Bu! kembalinya untuk ibu saja," pungkas Nuri sambil pergi membawa empat ikat sapu lidi yang dibelinya pedagang tersebut hanya tercengang dan tak bisa berbuat apa-apa lagi bahkan ucapan terimakasih pun tak sempat ia ucapkan pada Nuri dipanggil oleh Ida, ibunya."Nuri, untuk apa kau beli sapu lidi sebanyak ini?" tanya ibunya dengan nada menjawab pertanyaan ibunya, Nuri menceritakan apa yang ia saksikan di pasar tadi. Nuri mengatakan bahwa ia merasa kasihan sekali sehingga Nuri membeli semua sapu lidi yang dijual Ibu di rumah, Ida bercerita pada Rosmah istrinya Tamrin. Ida menceritakan perilaku Nuri saat di pasar menjelaskan bahwa yang dimaksud Nuri itu mungkin adalah Hawa. Hawa ini sehari-hari memang menjual sapu lidi buatan sendiri untuk ia jual di merupakan Janda dengan satu anak perempuan yang bersusia lima belas tahun. Anak itu bernama adalah bocah perempuan yang cacat. Ia lumpuh dan buta. Hawa selalu menggendong Bulan saat pergi dan pulang ini terpaksa Hawa lakukan sebab tak ada yang mengurus Bulan di rumah saat Hawa berdagang. Hawa bertempat tinggal pada sebuah gang yang tidak jauh dari kediaman harinya, Nuri berniat bertandang ke rumah Bulan. Nuri ingin berteman dengan Bulan. Nuri masih ingat alamat Bulan seperti yang dikatakan Bu Rosmah kemarin."Assalamualaikum." Nuri mengucapkan salam di depan rumah Bulan."Waalaikum salam," sahut Hawa dari dalam rumah seraya membuka pintu Hawa mencoba mengenali perempuan kecil yang datang kerumahnya itu."Saya Nuri, Bu! kita bertemu kemarin di pasar," ujar Nuri mengingatkan."Oh iya, maaf ibu lupa mengucapkan terimakasih kasih waktu itu," kata hanya tersenyum dan berkata."Bulan ada Bu?" tanya Nuri pada Hawa."Kau mengenal Bulan?" Hawa balik bertanya pada Nuri dengan sedikit kembali tersenyum dan ia menjelaskan bahwa niatnya ingin berteman dengan Bulan."Baiklah, Nuri! Bulan ada di taman samping rumah, ayo ibu antar nak Nuri menemui Bulan," ajak di taman bunga, Nuri seperti terperanjat melihat keindahan bunga-bunga yang di tanam di situ. sementara Nuri mendapati Bulan yang sedang meraba-raba bunga yang ada dalam jambangan- jambangan itu."Bulan, aku Nuri." ucap Nuri memperkenalkan diri sambil meraih tangan Bulan."Kemarin kita bertemu di pasar, aku yang membeli sapu lidi dagangan ibumu," lanjut Nuri untuk meyakinkan terlihat tersenyum dan Bulan meletakkan telapak tangannya ke arah muka Nuri dan ia mengusap wajah Nuri sebagi upaya untuk menghafal dan mengenali wajah Nuri. Lalu bulan berkata."Terimakasih, Nuri! kau telah sudi mengunjungiku, selama ini aku tak pernah punya seorang teman, aku terperangkap dalam kegelapan ini," ungkap Nuri."Mulai sekarang aku akan menjadi temanmu Bulan! meski aku hanya beberapa hari di sini" tegas Nuri pada Bulan."Terimakasih Nur" ucap Bulan."Sungguh indah taman ini, bunga-bunga yang tumbuh berwarna-warni." Nuri menyatakan apa yang sedang ia rasakan."Apa bedanya bagiku, Nur! dalam hidup ini, aku hanya mengerti satu warna saja yaitu gelap, tak ada selain itu. Bulan juga mengungkapkan apa yang ia rasa."Jangan khawatir Lan! aku akan menceritakan semua yang ingin kau lihat, aku akan menjadi mata bagimu, apa kau mau?"Bulan hanya mengangguk saja mendengar ucapan Nuri itu. Percakapan antara Nuri dan Bulan kian terlihat akrab. Mereka berdua tertawa bersama dan saling tampak Bulan dan Nuri bermain tebak-tebakan warna bunga-bunga yang ada di taman itu. Agar permainan tebak-tebakan warna bunga ini terasa lebih adil, maka Nuri menutup kedua matanya dengan sehelai kejauhan, Hawa melihat keakraban anaknya Bulan dan teman barunya Nuri. Sontak air mata Hawa mengalir bagai air sungai yang keluar di kaki bukit. kelopak mata wanita tak bersuami itu basah di banjiri bahagia bercampur tidak, sepanjang hidup Hawa, ia tak pernah melihat Bulan sebahagia hari pun tiba, langit mulai hitam. Matahari sebentar lagi akan pulang kepangkuan alam, itu tandanya senja akan segera datang menjelma. Nuri pun pamit pulang. Ia juga tak ingin ayah dan ibunya khawatir karena itu, Nuri semakin sering bermain bersama Bulan. Kedekatan mereka semakin erat dari hari ke mereka pun semakin kuat. Nuri sengaja tak memberitahu Bulan maupun ibunya, Hawa tentang penyakit yang selama ini diderita Nuri, karena Nuri dilarang oleh Ayah dan ibunya memberitahu siapapun tentang Fadli dan Ida sebagai orang tua dari Nuri tampak bahagia sebab akhir-akhir ini Nuri terlihat begitu ceria dan gembira, mereka juga ikut senang melihat perkembangan mental ada satu hal yang membuat Fadli dan Ida merasa heran yaitu selepas Sholat Zhuhur, Nuri pasti menghilang dan kembali baru pada sore menjawab kebingungan ini, maka pada suatu hari, diam-diam Fadli mengikuti anaknya sampai pada akhirnya ia sampai ke rumah rumah Bulan, Fadli kaget setelah melihat sosok Hawa. Fadli dan Hawa saling bertatapan. Mereka terpaku yang Fadli lihat ini adalah Hawa yang sama yang ia kenal sejak dua puluh tahun yang yang dulu pernah mengisi hati Fadli di masa mudanya, Hawa yang dulu bersama Fadli pernah berjanji sehidup semati sewaktu mereka adalah sepasang Hawa yang menolak Fadli karena Keluarga Hawa memiliki adat pernikahan antar sepupu seperti juga kebanyakan orang-orang disini. Hawa yang tak bisa menentang adat adalah Hawa yang dulu menjadi salah satu alasan Bagi Fadli meninggalkan tanah kelahirannya dan merantau tak tentu arah. Hawa yang ada di hadapan Fadli kini ialah sepenggal kisah masa lalunya di perkampungan Sei Berombang ini."Apa kabar bang Fadli?" cetus Hawa dengan pertanyaan basa-basinya."Baik Wa!, ini Nuri anakku," ucap Fadli"Dan ini Bulan, anakku, sambut Hawa, tapi ia tak seberuntung Nuri, anakku terlahir cacat, Bulan lumpuh dan buta," ujar Hawa dengan suara yang bergetar dan mata yang yang masih saja berdiri di teras rumah itu lalu memandang ke segala sisi dari luar rumah, rumah yang bisa dikatakan lebih mirip dengan sebuah gubuk tua."Beginilah keadaanku sekarang bang," kata Hawa."Ayah dan mertuaku bangkrut, gudang ikan dan usaha laut milik mereka terpaksa dijual untuk menutupi hutang, sampai-sampai suamiku harus bekerja menjadi buruh nelayan yang akhirnya membuat ia kehilangan nyawanya saat mencari nafkah di laut."Hawa menjelaskan kehidupannya pada Fadli dengan tangisnya yang tersedu-sedu."Sekarang, hanya Bulan satu-satunya yang ku punya di dunia ini, walau tak sempurna ia yang selalu menguatkan hidupku, kemana aku pergi aku selalu menggendong Bulan bahkan saat aku berjualan sapu lidi sekalipun aku tetap menggendongnya ke pasar."Jadi Usman suamimu, meninggal dalam kecelakaan di laut?" tanya terdiam saja dan air matanya terus mengalir tertumpah mengenang semua itu."Bersabarlah Wa, mungkin itu sudah jalan takdirnya," ujar Fadli untuk menenangkan entah dari arah mana Ida muncul dan mendapati suaminya, Fadli sedang berbincang bersama Hawa, sang mantan."Mas Fadli!, jadi ini Hawa yang sering kau ceritakan padaku dan kini di belakangku, kau mulai menemui mantan kekasihmu ini, tega kamu ya mas!" ucap Ida dengan nada geram."Ida! ini tak seperti yang kau pikirkan, aku kemari hanya mencari Nuri dan aku tidak tahu bahwa ini adalah Rumahnya Hawa." Fadli coba untuk menjelaskan."Ida! lagi pula aku dan Hawa sekarang tak ada hubungan apa-apa, semua itu hanya masa lalu, percayalah Ida! ujar Fadli untuk meyakinkan istrinya."Sekarang juga kita pulang ke Surabaya," pinta Ida dengan Ida membalikkan badannya beranjak pergi dari Nuri tak mengerti mengapa kedua orang tuanya bertengkar di situ dan Fadli juga tak bisa bicara banyak, ia hanya mengajak Nuri untuk Fadli dan Ida berlanjut di rumah kediaman Tamrin. Di sela-sela pertengkaran itu Nuri juga angkat mengatakan bahwa Nuri mau saja kembali ke Surabaya, asalkan Bulan juga turut serta ikut ke sana bersama Nuri."Ibu tak setuju, Nuri!" bantah Ida terhadap usulan anaknya itu."Kalau kita membawa Bulan, itu berarti perempuan mantan ayahmu itu juga akan turut serta," ujar Ida kata ibunya, Nuri menangis bermohon dengan tangan bersimpuh."Ayah, Ibu, selama ini aku tak punya teman, tapi kali ini aku merasa bahagia sekali punya teman seperti Bulan yang tulus dan ikhlas."Aku belajar banyak hal dari Bulan, meski ia terlahir tak sempurna tapi ia tak pernah marah pada Tuhan, ia tak pernah mengutuk nasibnya, Bulan selalu ceria, ia terus saja riang, Bulan selalu berkata bahwa hidup itu begitu indah walaupun yang ia lihat sepanjang hidupnya hanyalah sebuah ruang gelap. Bulan juga berkata padaku bahwa cacat fisik yang ia terima adalah kado terindah yang pernah Tuhan berikan padanya."Ayah, Ibu, Bulan ingin sekali melihat warna-warna bunga, ia rindu bisa menatap pelangi, lalu aku menceritakan warna bunga dan warna pelangi itu padanya, kemudian ia menghapalkannya, walau sebenarnya ia tak tahu apa bedanya warna-warna itu."Ayah, Ibu, aku tahu hidupku tak akan lama lagi, bukan? hatiku semakin lama akan melemah dan mungkin saja aku akan mati, tapi dari Bulan aku punya semangat hidup, Ayah! ibu! aku akan terus berjuang melawan penyakit ini seperti kata Bulan, hidup ini begitu indah, oleh karena itu aku ingin terus merasakan keindahan itu."Ayah, Ibu, jika kalian tidak menyetujui keinginanku pun juga tak apa-apa, aku tak bisa membantah kalian, semua ini aku ungkapkan, seandainya aku bisa bermohon, itu saja."Air mata Nuri terus bercucuran dalam menyampaikan permohonannya keduanya hanya terdiam dan bungkam seribu bahasa. sedangkan Ida mulai menurunkan egonya serta menyetujui Agar Bulan ikut bersama mereka ke Surabaya tentunya juga dengan Hawa dan Bulan ikut bersama keluarga Nuri Ke Surabaya. Nuri merasa sangat senang sekali bisa bersama Bulan sahabatnya demi hari telah dilalui bahkan berminggu-minggu sudah lamanya Hawa dan Bulan tinggal bersama dengan keluarga Nuri, namun lama kelamaan, perlakuan Ida semakin buruk terhadap Hawa dan cemburu Ida rupanya belum lagi hilang kepada Hawa, sehingga di belakang suami dan anaknya Ida tega memperlakukan Hawa seperti selalu kasar pada Hawa dan Bulan, Ida sering membentak, memaki, mencaci dan menghina Hawa dan Bulan Bahkan Ida tak segan-segan main tangan ketika ia sedang marah pada Hawa dan Hawa terlihat selalu menangis, pun begitu juga dengan Bulan meski kadang bulan tak mengeluarkan air mata karena Bulan memang seorang yang ketika, Nuri berbincang-bincang kepada ayah dan ibunya."Ayah, Ibu, seandainya nanti aku sudah tak kuat lagi melawan penyakit ini dan waktuku telah habis, aku ingin memberikan kedua mataku untuk Bulan, apa ayah dan ibu setuju? tanya Nuri dengan berharap."Nuri ..! bicara apa kau ini, ibu tak mau kau bicara seperti ini lagi, sudah, Stop! berhenti bicara, cepat masuk ke kamarmu, tidurlah!, ada-ada saja," umpat Ida yang tak senang mendengar ucapan anaknya Fadli hanya menatap anak perempuannya itu berjalan perlahan menuju kamar dengan rasa sisi lain, di saat Hawa membersihkan ruangan, Hawa tak sengaja menemukan secarik kertas yang berisi riwayat penyakit yang di derita Nuri, peradangan hati akut dan ia baru tahu bahwa Nuri selama ini sedang Ida berpikir bahwa Bulan telah membawa pengaruh buruk buat Nuri, hingga Nuri berkeinginan memberikan kedua matanya untuk diam-diam, Ida menjumpai Hawa dan Bulan. Ida mengusir mereka berdua dengan sangat marah. Sedangkan di luar tengah terjadi hujan lebat. Namun Ida tak peduli, ia tetap mengusir Hawa dan kemana Hawa dan Bulan akan pergi hujan-hujan malam begini, tetapi mereka berdua harus beranjak meninggalkan rumah keluarga itu saat Nuri dan Fadli sedang lelap dalam tidur mereka, terakhir terlihat Hawa menggendong Bulan keluar meninggalkan rumah keluarga harinya, Nuri menangis karena merasa kehilangan Bulan. sedangkan Fadli langsung menuduh mentah Ida. Prasangka Fadli menjurus kepada Ida. Ini pasti istrinya yang mengusir Hawa dan Bulan. Akhirnya karena merasa terdesak, Ida pun mengakui pengusiran yang dilakukannya mencoba mencari Hawa dan Bulan di seantero kota Surabaya, namun tak pernah ada petunjuk untuk menemukan mereka yang dilalui Nuri kini terasa hambar, ia sering termenung dan menangis. Semangat hidupnya kembali menurun. hingga pada suatu hari, Tubuh Nuri menggigil, ia berkeringat, wajahnya pucat dan Nuri merasa lemas, dadanya sesak sampai ia jatuh pingsan. Ini pertanda masa kritis Nuri telah dan Ida membawa anak mereka ke Rumah Sakit dan menjumpai dokter Yudha yang biasa menangani Nuri selama ini."Bagaimana Nuri, dok?" tanya Fadli dengan cemas."Operasi akan kita lakukan segera Pak Fadli! Bapak jangan khawatir, kita sudah mendapatkan pendonor yang cocok untuk Nuri," ucap dokter dan Ida merasa bersyukur. Akhirnya ada donor juga buat Nuri. Ini berarti peluang kesembuhan buat Nuri semakin besar dan sebentar lagi Nuri akan terbebas dari penyakitnya jika operasi ini berjalan lancar meskipun disisi lain mereka berdua cemas selama proses operasi empat Jam operasi itu berjalan, Fadli dan isterinya terus di selimuti cemas menuggu dokter Yudha keluar dari ruang operasi dan mengucapkan selamat operasi transplantasi hati untuk Nuri berhasil, Nuri telah melewati masa kritisnya dan sebentar lagi Nuri akan siuman."Oh ya dok, boleh kami tahu data orang yang telah mendonorkan hatinya untuk anak kami dok?" tanya Fadli dengan penuh penasaran."Pendonor itu mendatangi saya bersama ibunya, ia katakan donor ini atas keinginannya sendiri dan setelah ibunya menandatangani beberapa surat pernyataan maka kami lakukan pemeriksaan dan ternyata cocok," papar dokter Yudha."Oh ya! kata pendonor itu, ia mengenal Nuri, makanya sebelum operasi, ia meminta saya untuk merekam suaranya sebagai pesan kepada Nuri, nanti saya kirim ke WhatsApp Pak Fadli, tapi tolong setelah didengar, langsung dihapus atau paling tidak jangan disebarluaskan."Ciri-ciri fisik anak itu, ia cacat, buta dan lumpuh, kalau tidak salah namanya Bulan," ujar dokter Yudha melanjutkan Nama Bulan, Fadli dan Ida langsung menangis haru. Terlebih-lebih lagi Ida yang menyesali perbuatanya pada Hawa dan Nuri siuman, Fadli memperdengarkan rekaman suara Bulan yang di kirim dokter tadi padanya. Rekaman suara itu berbunyi."Untuk Nuri sahabat terbaikku, teruslah tersenyum karena hidup begitu indah bukan?. jangan pernah merasa tidak beruntung walau bagaimanapun keadaan diri, sebab Tuhan selalu punya alasan dan jawaban atas segala pertanyaan kita."Nuri, jangan lagi mencariku, karena aku tidak pernah jauh darimu, aku selalu hidup di dalam dadamu, rasakan detak jantungmu, dengarlah sungutanku di situ, sudah kau dengar hatimu? aku cerewet sekali bukan?."Nuri, terimakasih telah mengajari aku tentang warna bunga dan pelangi, semua akan aku ingat selalu meski kini aku hanya segumpal daging di dadamu,"Terimakasih Nuri! dan semoga kau tak pernah bosan memakai hatiku di dadamu."Nuri, aku ucapkan selamat punya hati baru dan selamat tinggal, salam dari aku 'Bulan Tanpa Cahaya'.Selesai rekaman itu diputar, ruangan seakan banjir air mata. Sementara Ida terus saja menyalahkan dirinya. batinnya penuh dengan pemakaman Bulan di dekat Rumah Sakit itu, Hawa berdiri menatap gundukan tanah penimbun jasad anaknya. Lalu Fadli, Ida dan Nuri datang menghampiri. Kemudian Ida berucap."Hawa, maafkan aku, aku sangat menyesal sekali, andai kau berminat, aku ingin kau tinggal bersama kami lagi.""Ida, tak ada yang salah dan tak ada yang perlu dimaafkan karena semuanya sudah menjadi kehendak Sang Pencipta."Sekarang Nuri adalah Bulan dan Bulan adalah Nuri karena mereka telah bersatu dalam satu tubuh, dalam satu jiwa," pungkas Hawa."Lalu kemana kau akan pergi Hawa?"tanya Ida."Entahlah! yang pasti aku ingin pulang ke kampung halaman di Sei Berombang dan setelah itu entah ke mana lagi nanti angin akan membawa kakiku melangkah," jawab Hawa mendekati dada Nuri dan berucap."Nak, Ibu pergi dulu, jaga dirimu baik-baik, lalu Hawa memeluk Nuri dengan erat, terasa detak kencang di dada Nuri, Hati Nuri itu terus berdebar dan berdegup dengan cepat hingga membuat Nuri mengeluarkan air mata yang mengucur membasahi tetap melangkahkan kaki dan pergi jauh dari pandangan Sampai ia tak terlihat lagi oleh T a m a t-Pesan moral yang terkandung dalam cerpen bulan bersembunyi di balik hati - Menyelamatkan nyawa merupakan perbuatan yang sungguh istimewa dan luar biasa- Jangan terlalu cepat berparang buruk pada orang lain- Jangan terbakar luka masa lalu karena terkadang bisa membuat penyesalan seumur hidupCerpen sedih yang menyentuh hati dan mengharukan adalah cerita fiktif belaka namun bisa membawa kita kedalam alur ceritanya.
Terkadang kita tidak menyadari bahwa keluarga merupakan hal yang sangat penting dalam hidup kita sehingga tak ayal kita sering melupakan fakta tersebut. Tetapi, keluarga sering membuat kita sedih dan kita butuh mengekspresikan rasa itu agar kita tidak terjebak dalam kesedihan. Film sedih bertemakan keluarga sudah dibuat sejak awal film menjadi tempat bagi masyarakat untuk mencari kenyamanan saat menunjukkan emosi. Berikut merupakan film tentang keluarga yang bisa bikin kamu nangis berapapun umur kamu! Ali dan Ratu-Ratu Queens 2021 Source IMDb Genre Drama, Komedi Untuk kamu yang belum tau, Netflix baru saja merilis film sedih ini pada bulan Juni 2021 dan mendapatkan review yang baik dari penontonnya. Kita mengikuti perjalanan Ali Iqbal Ramadhan yang mencari ibunya di New York setelah ayahnya meninggal. Ibu dari Ali sudah meninggalkan keluarganya sejak ia kecil sehingga Ali tidak tau bagaimana rupa ibunya itu. Selama perjalanannya di negri orang, Ali bertemu dengan warga Indonesia lain yang tinggal di negri Paman Sam tersebut beserta keunikan-keunikan mereka. Meskipun bergenre drama komedi, beberapa aspek dari konflik batin Ali dapat membuat kita ikut merasa sedih saat ia mempertanyakan tentang identitas ibunya. The Pursuit of Happyness 2006 Source IMDb Genre Drama Dalam film ini, kita mengikuti perjalanan rumit seorang ayah bernama Chris Gardner Will Smith dengan anaknya Christopher Gardner, Jr. Jaden Smith yang berumur lima tahun. Chris merupakan orang tua tunggal dengan keterbatasan ekonomi hingga pada satu momen membuat ia dan anaknya kehilangan tempat tinggalnya. Cerita perjuangan Chris saat menjaga anaknya dan tetap bekerja saat keadaan paling buruk membuat kita melihat bagaimana kerasnya kehidupan. Chris tidak pernah menyerah karena semangat dari anaknya dan hal inilah yang dapat membuat kita berkaca dengan keadaan orang tua kita. Film The Pursuit of Happyness berhasil dianggap sebagai salah satu film sedih terbaik karena merupakan inspirasi dari kejadian nyata loh! Surat Kecil Untuk Tuhan 2011 Sumber Wikipedia Genre Drama Setelah melalui dua puluh lima sesi kemoterapi yang sangat meletihkan, Keke Dinda Hauw yang awalnya memiliki paras cantik berubah menjadi seseorang yang bahkan dirinya sendiri tidak dapat mengenali. Ayahnya Alex Komang dan sahabat-sahabatnya setia menemani Keke dalam perjalanannya menuju kesembuhan dengan kesabaran yang berlipat saat melihat orang yang mereka sayangi berjuang dengan gigih melawan penyakitnya. Untuk membuat Keke tetap tegar dalam pengobatannya, ia menulis jurnal yang menceritakan kehidupannya dan salah satu isinya merupakan surat untuk Tuhan. Film sedih ini sukses membuat penonton berurai air mata hingga menjadikan film ini menjadi film paling ditonton pada tahun rilisnya yaitu tahun 2011. Marriage Story 2019 Sumber IMDb Genre Drama, Komedi Film orisinil Netflix yang sempat viral ini memang layak dijadikan tolak ukur film sedih terbaik yang mengisahkan tentang kehidupan keluarga. Fokus ceritanya adalah sebuah keluarga yang sedang dalam proses perceraian karena konflik kepentingan dari kedua pihak. Charlie Barber Adam Barber dan Nicole Scarlett Johansson merebutkan hak asuh anaknya sehingga menggunakan cara-cara yang berlebihan untuk menunjukkan bahwa mereka tetap menyayangi anaknya dan, meskipun mereka tidak mau mengakuinya, satu sama lain. Film ini mengupas fakta gelap dalam perjalanan perceraian bahwa sekalipun kedua pihak menginginkan hal yang terbaik, realitanya akan ada kejadian yang mendorong keduanya untuk melakukan hal yang tidak ingin dilakukan. Dari rekomendasi film sedih bertemakan keluarga di atas ini, yang mana yang paling bikin kamu nangis? Tonton film pilihan kamu disini! Kalau kamu mau nonton dengan keluarga kamu yang sedang ada di tempat jauh, kamu bisa pakai saran ini untuk bisa nonton bareng! Article Views 281
cerpen sedih bikin nangis tentang keluarga